Board of Peace has CLOSED Al Aqsho

Avatar photo

Porosmedia.com – Lagi-lagi board of peace (BoP) berulah. Bukannya meredakan tensi konflik dan membuat perdamaian malah mereka telah menaikkan eskalasi konflik menjadi global.

Kita mengetahui bahwa untuk penciptaan perdamaian sudah ada kesepakatan bahwa Yerussalem termasuk situs didalamnya nya merupakan kota dan situs bersama internasional.
Jika Berdasarkan Resolusi 181 29 November 1947 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyepakati bahwa Yerussalem merupakan “corpus separatum” yaitu “daerah terpisah” yang tidak menjadi bagian dari Palestina ataupun israel. Kota internasional ini menjadi aset bersama internasional yang diamanahkan kepada Dewan Perwalian di bawah PBB.

Lagi-lagi klaim sepihak dilakukan oleh zionist dengan mengokupasi Yerussalem dibawah kontrol kekuasaannya semenjak 1948 sampai saat ini. Sementara Dewan Keamanan PBB tidak berfungsi.

Bahkan saat ini bukan saja masyarakat internasional harus meminta visa approval kepada zionist tapi juga Al Aqsho yang menjadi tempat Ibadah Umat Islam DITUTUP di saat sedang melaksanakan Ibadah Romadhon 1447 H / 2026.

Lalu amerika serikat yang menginiasi berdirinya BoP bukannya melarang zionist melakukan penutupan Al Aqsho tersebut bagi Ibadah Umat Islam tapi malah diam dan sepertinya melegitimasi tindakan zionist tersebut.

Baca juga:  Harapan Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widiyatmoko, Semoga Cimahi Dipimpin Yang Amanah Dan Cinta Masyarakat Cimahi

Tentu saja tindakan zionist dan sekutunya tersebut selain menambah “black record” pelanggaran atas hukum internasional juga telah membuktikan bahwa dirinya merupakan pelanggar sejati atas segala perjanjian internasional.

Selain itu klaim mereka ingin menciptakan perdamaian justru faktanya menguatkan tindakan Permusuhan dan Peperangan dengan Agresi Militer bersama zionist-usa terhadap Iran 28 Februari 2026 lalu.

Tentu saja dengan penutupan sepihak Al Aqsho memperluas spektrum Peperangan dan konflik. Selain itu semakin mensolidkan Iran dan negara-negara Muslim untuk berhadapan langsung dengan zionist dan meninggalkan usa.

Kesadaran global sudah muncul. Negara-negara aliansi usa sendiri NATO menolak untuk membantu usa menyerang Iran. Hal tersebut menunjukkan bahwa di antara mereka juga sebenarnya saling bertentangan dengan keras bahkan dapat saling menyerang.
Selanjutnya mereka juga akan memilih menyelamatkan aset-aset mereka saja dibanding bergabung dengan zionist-usa.

Inilah kesempatan bagi Indonesia dan negara-negara Muslim lainnya untuk memperkokoh persatuan dan gerakan untuk mempercepat Kedaulatan Palestina dan pengakuan keanggotaan penuh di PBB. Langkahnya dapat dilakukan terutama bersama 4 Negara Dewan Keamanan PBB selain usa dan negara-negara eropa yang sudah mengakui bahwa zionist sudah divonis penjahat perang dan kemanusiaan oleh ICC dan ICJ, sementara usa adalah pelindung para penjahat zionist tersebut.

Baca juga:  Legislator Josephine Bertekad Dorong Pemuda Menuju Jakarta Global City

PBB semestinya jangan ikut terpaku dengan berdirinya BoP yang ternyata menipu akal sehat warga dunia. Segeralah melakukan langkah konkrit dengan menegakkan hukum internasional dan mengerahkan pasukan perdamaian PBB di Yerussalem dan membuka blokade zionist atas Al Aqsho selamanya.

Sementara itu dipastikan umat Islam dari seluruh dunia akan bangkit dan siap untuk mengunjungi Al Aqsho tanpa atau dengan senjata. In Sya Alloh.

Abdurrahman Anton M.
Professor Hubungan Internasional dan Advocate Rakyat