Bappeda Kota Bandung Dinilai Lemah dalam Realisasi Perencanaan Pembangunan

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Perencanaan pembangunan merupakan fondasi penting dalam mengarahkan arah kebijakan dan program daerah. Namun, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bandung dinilai belum sepenuhnya optimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Dampaknya, pembangunan Kota Bandung kerap terlihat berjalan tanpa arah strategis yang jelas dan kurang terintegrasi.

Tugas Pokok dan Fungsi Bappeda Kota Bandung

Bappeda memiliki mandat sebagai institusi perencana pembangunan daerah dengan tugas pokok:

Menyusun serta melaksanakan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan.

Adapun fungsi utama Bappeda antara lain:

1. Perumusan Kebijakan Teknis: menyusun kebijakan teknis perencanaan pembangunan dan penanaman modal.

2. Koordinasi: mengoordinasikan penyusunan rencana pembangunan lintas sektor.

3. Dukungan Teknis: memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pemerintahan di bidang penanaman modal.

4. Pembinaan dan Pelaksanaan: melaksanakan pembinaan teknis terkait perencanaan pembangunan daerah.

Struktur Organisasi

Bappeda Kota Bandung terbagi ke dalam beberapa bidang, di antaranya:

Bidang Perencanaan Ekonomi dan Pembiayaan

Bidang Perencanaan Sosial Budaya dan Kesejahteraan Rakyat

Bidang Perencanaan Tata Ruang, Sarana, dan Prasarana

Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Statistik

Bidang Penanaman Modal

Baca juga:  Roadmap Taman Pramuka 2026-2030: Memutus Rantai Ketergantungan APBD dan Bayang-Bayang Korupsi

Selain itu, Bappeda juga menaungi Unit Pelaksana Teknis Bandung Electronic Procurement (BeProc) yang berperan mengelola sistem pengadaan barang dan jasa secara elektronik.

Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)

Dalam mendukung pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah dapat memanfaatkan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Skema ini bertujuan untuk:

Meningkatkan kualitas layanan publik.

Mengoptimalkan penggunaan APBD.

Mendorong efisiensi pembangunan infrastruktur.

Mekanisme KPBU:

Pemerintah menetapkan output proyek dan membuka peluang bagi badan usaha menawarkan solusi terbaik.

Badan usaha bertanggung jawab atas investasi dan pelaksanaan proyek.

Pemerintah melakukan pembayaran berbasis kinerja.

Jenis Proyek KPBU: transportasi (jalan tol, kereta), penyediaan air bersih dan sanitasi, energi, telekomunikasi, fasilitas kesehatan, serta pendidikan.

Kelebihan KPBU: mengurangi beban APBD, meningkatkan layanan publik, dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya.

Contoh proyek KPBU di Indonesia:

LRT Jakarta

SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di Jawa Barat

RS Khusus Terpadu Penyakit Tidak Menular di Jakarta

Evaluasi Kinerja Kota

Untuk menilai efektivitas pembangunan, digunakan sejumlah indikator:

Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE)

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Baca juga:  Pemkot Bandung dalam Sorotan KPK: Raport Merah dan Tantangan Integritas

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Angka Harapan Hidup

Rata-rata Lama Sekolah & Harapan Lama Sekolah

Tingkat Kemiskinan

Tingkat Pengangguran

Kualitas Infrastruktur dan Lingkungan

Indeks Kepuasan Masyarakat

Evaluasi berbasis indikator tersebut penting guna memastikan arah pembangunan tetap terukur dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Good Governance sebagai Tolak Ukur

Konsep good governance menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan. Beberapa referensi penting yang membahas hal ini antara lain:

Prof. Dr. Hj. Sedarmayanti, M.Pd., APU – Konsep Governance dan Good Governance dalam Penyelenggaraan Pemerintahan

A. Junaedi Karso – Good Governance dalam Sektor Publik

Jeni Irnawati, SE, MM & Dr. Muhamad Sadi Is, SHI, MH – Prinsip-prinsip Good Governance dan Reformasi Birokrasi

Agus Dwiyanto – Mewujudkan Good Governance melalui Pelayanan Publik

Studi Banding: Pembelajaran dari Singapura

Singapura menjadi contoh sukses pembangunan kota modern dengan beberapa strategi, seperti:

Investasi besar di bidang infrastruktur transportasi, bandara, dan pelabuhan.

Pengembangan sektor jasa (keuangan, logistik, pariwisata).

Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan.

Kebijakan ekonomi yang mendukung iklim investasi.

Baca juga:  Jelang Hari Natal dan Tahun Baru Harga Komoditas Naik

Inovasi teknologi dan digitalisasi infrastruktur.

Kemitraan erat dengan sektor swasta.

Langkah-langkah tersebut menjadikan Singapura sebagai kota jasa terkemuka dengan kualitas hidup tinggi.

Bappeda Kota Bandung perlu memastikan bahwa perencanaan pembangunan bukan hanya sebatas slogan, melainkan benar-benar terwujud dalam kebijakan nyata, terukur, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Dengan tata kelola yang transparan, indikator kinerja yang jelas, serta strategi pembangunan yang terarah, Kota Bandung berpeluang meningkatkan daya saing sekaligus kesejahteraan warganya.

 

Pengamat Kebijakan Publik dan Politik
R. Wempy Syamkarya