Porosmedia.com, Jakarta – Pergeseran perilaku konsumen Gen Z menuntut strategi penjualan yang adaptif dan autentik. Hal tersebut menjadi fokus utama webinar perdana Kamajaya Business Club (KBC) bertajuk “The Gen Z Sales Code: How NLP Can Help You Connect, Influence & Close Gen Z Customers”, Jumat (28/8/2026).
Divisi Keluarga Alumni Atma Jaya Yogyakarta (KAMAJAYA) ini menghadirkan Sekar Tyas Nareswari—Sales Operations Manager AZKO, Master Sales Mentor, sekaligus praktisi retail dan media hubungan masyarakat KBC—sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Sekar menekankan bahwa dominasi Gen Z dalam lanskap pasar saat ini membawa tantangan baru bagi dunia penjualan. Karakteristik Gen Z yang cenderung melakukan riset mandiri sebelum berinteraksi dengan penjual mengubah dinamika transaksi secara signifikan.
“Menjual kepada Gen Z bukan tentang bicara lebih banyak, melainkan berkomunikasi dengan cara yang tepat,” ujar Sekar.
Ia menjelaskan bahwa tenaga pemasar kini dituntut tidak sekadar menguasai spesifikasi produk, tetapi juga mampu berperan sebagai konsultan yang mendampingi proses pengambilan keputusan konsumen.
Dalam forum tersebut, dipaparkan pendekatan Neuro-Linguistic Programming (NLP) dan hypnoselling yang mencakup sembilan tahapan penjualan, mulai dari tahap persiapan, pembentukan positive state, penggalian kebutuhan, hingga proses evaluasi. Teknik komunikasi seperti Matching & Mirroring serta Pacing & Leading diperkenalkan untuk membangun keselarasan (rapport) secara alami tanpa terkesan agresif.
Sekar memaparkan bahwa keautentikan menjadi kunci utama dalam menghadapi karakter Gen Z yang peka terhadap komunikasi yang manipulatif. Selain itu, Gen Z memandang produk sebagai bagian dari identitas dan pengalaman, sehingga pemasar perlu memahami nilai personal yang dicari konsumen.
Ketua KBC, Fransiscus Go, mengapresiasi penyelenggaraan webinar yang memberikan perspektif terapan bagi para alumni dan pelaku bisnis.
“Forum ini menjadi wadah konkret bagi para praktisi untuk saling berbagi pengalaman nyata yang relevan dengan perkembangan industri,” ungkap Fransiscus.
Apresiasi serupa disampaikan oleh pengurus KBC, Hendricus, yang menilai materi paparan sangat aplikatif bagi pengembangan skala bisnis dan efektivitas penjualan para alumni.
Melalui program terstruktur ini, KBC berkomitmen terus menghadirkan ruang edukasi berkelanjutan serta memperkuat jaringan kolaborasi alumni UAJY dalam merespons dinamika dunia usaha.







