Porosmedia.com, Bandung – Menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bandung menggelar aksi donor darah secara marathon selama tiga hari, terhitung sejak Rabu hingga Jumat (4–6/11/2026). Bakti sosial ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 DWP sekaligus menjaga kestabilan ketersediaan stok kantong darah bagi kebutuhan medis masyarakat setempat.
Kegiatan rutin tahunan ini melibatkan keterwakilan pengurus dan anggota DWP dari 32 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta 30 kecamatan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.
Ketua DWP Kota Bandung, R. Dewi Pertiwi Zulkarnain, mengonfirmasi bahwa skema pelaksanaan sengaja dibagi dalam beberapa gelombang guna mengoptimalkan alur pelayanan teknis di markas PMI. Pada hari pertama, penarikan donor difokuskan bagi jajaran perwakilan dari 12 OPD.
”Donor darah ini merupakan agenda rutin kolaboratif antara DWP dan PMI Kota Bandung. Selain dampak klinis positif bagi sirkulasi kesehatan pendonor, satu kantong darah yang terdistribusi secara medis secara prinsip mampu menyelamatkan hingga tiga nyawa pasien yang membutuhkan transfusi darurat,” ujar wanita yang akrab disapa Tiwi tersebut.
Ia menegaskan, keberadaan pasokan darah yang memadai di PMI menjadi krusial dalam merespons dinamika kebutuhan medis darurat di fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, mobilisasi aksi tidak terbatas pada kalangan internal organisasi, melainkan turut mengimbau partisipasi aparatur sipil negara (ASN), pegawai non-ASN, keluarga aparatur, hingga elemen masyarakat umum yang memenuhi kriteria medis sebagai pendonor.
Secara teknis, aksi donor darah ini menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan sosial-kemasyarakatan yang dirancang DWP Kota Bandung sejak September lalu, dengan tahap eksekusi bertahap sepanjang Oktober hingga puncaknya pada Desember 2026 mendatang.
Partisipasi aktif juga ditunjukkan oleh jajaran anggota DWP dari berbagai satuan kerja, salah satunya Kalsum Nuryani perwakilan DWP Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, yang hadir mendonorkan darahnya pada gelombang awal kegiatan. (Red)







