Porosmedia.com, Bandung – Menjelang perhelatan akbar Asia Africa Festival (AAF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli 2026 mendatang, atmosfer historis Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 kembali menggelora di jantung Kota Bandung. Dua episentrum sejarah utama di Jalan Asia Afrika—Hotel Savoy Homann dan Museum KAA—menyatakan kesiapan penuh untuk menyambut para delegasi internasional sekaligus menjadi magnet wisata edukasi bagi publik.
Langkah ini mempertegas posisi Kota Kembang yang tidak hanya siap menggelar seremonial budaya, tetapi juga konsisten merawat memori kolektif diplomasi global.
Savoy Homann: Museum Hidup Berarsitektur Art Deco Siap Sambut Delegasi
Hotel Savoy Homann, yang memiliki keterkaitan historis erat sebagai tempat menginap para kepala negara pada KAA 1955, kembali mengambil peran sentral. Pihak manajemen hotel memastikan seluruh fasilitas penunjang telah disiapkan secara matang melalui koordinasi intensif dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung.
Director of Sales Hotel Savoy Homann, Sonya Desti Maulana, mengungkapkan bahwa hotel legendaris ini akan menjadi titik awal rangkaian agenda krusial para delegasi mancanegara.
”Para delegasi nantinya akan melaksanakan coffee morning dan briefing di Set Walk Resto sebelum melakukan historical walk. Setelah mengikuti karnaval festival, mereka dijadwalkan kembali ke ballroom hotel untuk santap siang,” ujar Sonya dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).
Selain akomodasi ruang pertemuan, Savoy Homann juga memfasilitasi kebutuhan logistik kamar untuk tamu undangan Pemerintah Kota Bandung. Hingga awal Juli, tercatat lebih dari 11 kamar telah dipesan khusus untuk para delegasi negara sahabat.
Sebagai hotel berarsitektur Streamline Deco ikonis karya arsitek Belanda Albert Frederick Aalbers yang direnovasi pada medio 1936–1939, Savoy Homann mempertahankan tujuh spot memorabilia sejarah. Di antaranya adalah plakat ucapan ‘MOX SALVUS REDEAS’ (selamat datang kembali), mural sejarah, mobil antik pengantar delegasi, Kamar Soekarno, piagam Dasa Sila Bandung, hingga Golden Book yang mencatat tanda tangan para tokoh dunia.
Hotel yang awalnya didirikan oleh keluarga Homann asal Jerman pada 1871 ini sempat mengalami beberapa kali peralihan kepemilikan—termasuk oleh PT Panghegar pada 1988 dan PT Bidakara pada 2000—sebelum kini dikelola di bawah naungan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (YKKBI).
Museum KAA: Dikunjungi Puluhan Ribu Orang, Sediakan Layanan Edukasi Multibahasa
Berjarak hanya selemparan batu dari Savoy Homann, Gedung Merdeka yang menaungi Museum KAA juga mencatatkan lonjakan impresif dalam sektor wisata sejarah. Berdasarkan data resmi, sepanjang semester pertama (Januari hingga Juni) tahun 2026, museum ini telah dikunjungi oleh lebih dari 35.000 wisatawan domestik dan pelajar, serta lebih dari 3.500 wisatawan mancanegara.
Kepala Seksi Publikasi dan Nilai-nilai KAA, Christoforus Katon, menjelaskan bahwa museum yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 24 April 1980 ini lahir dari gagasan visioner Menteri Luar Negeri RI kala itu, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja.
”Gagasan pendirian museum muncul untuk mengabadikan sejarah serta semangat KAA, merespons besarnya keinginan para pemimpin negara Asia-Afrika yang berkunjung ke Gedung Merdeka,” urai Christoforus, Jumat (3/7/2026).
Museum ini menyajikan diorama otentik Sidang Pembukaan KAA 1955, peralatan jurnalistik klasik, arsip dokumenter, hingga dokumen resolusi penting. Untuk menunjang kenyamanan pemahaman sejarah bagi delegasi dan turis asing, pihak museum menyediakan fasilitas pemandu (edukator) multibahasa, meliputi bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin tanpa dipungut biaya (gratis).
Harapan Kelancaran Aksesibilitas Publik
Penyelenggaraan AAF 2026 diharapkan mampu menjadi ruang refleksi nilai solidaritas, persamaan derajat, dan perdamaian dunia yang digagas oleh 29 negara pada 18–24 April 1955 silam. Pihak penyelenggara dan mitra perhotelan berharap cuaca mendukung mengingat mayoritas kegiatan festival akan mengokupasi ruang publik jalan raya.
Bagi masyarakat maupun rombongan yang hendak mengakses layanan edukasi Museum KAA, operasional dibuka setiap Rabu hingga Sabtu pukul 09.00–15.00 WIB (dengan penyesuaian waktu istirahat dan salat Jumat). Registrasi wajib dilakukan terlebih dahulu secara daring melalui laman resmi mkaa.kemlu.go.id guna memastikan pembatasan kuota kunjungan (250 orang pada sesi pagi dan 200 orang pada sesi siang) berjalan tertib. (POROSMEDIA)







