Dukung Kedaulatan Pangan, bank bjb Perkuat Pembiayaan Produktif Berbasis Ekosistem di Jawa Barat

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Dalam upaya mendukung agenda prioritas pemerintah menuju swasembada nasional, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pangan. Langkah ini difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi, kelancaran distribusi, serta stabilitas konsumsi pangan, khususnya di wilayah Jawa Barat.

​Sebagai bank pembangunan daerah, bank bjb menjalankan tiga peran utama dalam ekosistem ini, yaitu sebagai penyalur dana pemerintah agar tepat sasaran, mitra strategis bagi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) & Koperasi, serta penggerak ekonomi lokal di mana sebagian besar keuntungan dialokasikan kembali untuk pembangunan infrastruktur di Jawa Barat.

Akses Pembiayaan Produktif Sektor Pangan

​Untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan, bank bjb menyediakan akses permodalan yang menyasar para pelaku usaha produktif di berbagai lini, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, hortikultura, pengolahan hasil pertanian, hingga UMKM pangan.

​Fasilitas pembiayaan tersebut disalurkan melalui beberapa skema utama:

  • Kredit Usaha Rakyat (KUR): Menawarkan keunggulan berupa suku bunga yang bersubsidi pemerintah, proses pembiayaan yang mudah, serta bertujuan meningkatkan inklusi keuangan masyarakat sekaligus modal kerja dan investasi.
  • Kredit Modal Kerja (KMK): Diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan operasional harian, seperti pembelian bibit dan benih, pengadaan pupuk dan pakan, pembelian bahan baku, hingga pembiayaan distribusi hasil panen.
  • Kredit Investasi: Difokuskan untuk mendongkrak produktivitas jangka panjang melalui pembiayaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan sarana produksi, gudang penyimpanan, cold storage, serta pengembangan usaha agribisnis.
Baca juga:  Skandal Kredit Sritex: Ketika Bank Milik Daerah Jadi Lumbung Korupsi

Pendekatan Ekosistem Bisnis Terintegrasi

​Guna menciptakan pembiayaan yang berkelanjutan, bank bjb menerapkan pendekatan ekosistem bisnis berbasis klaster. Pendekatan ini mengintegrasikan rantai pasok pangan dari hulu ke hilir:

Alur Ekosistem

Fokus Kegiatan

Tujuan Utama

Hulu

Penyediaan sarana produksi (benih, pupuk, dll).

Memastikan petani mendapatkan input berkualitas dengan harga wajar.

Produksi

Pemberdayaan kelompok tani, peternak, dan nelayan.

Optimalisasi proses budidaya dan hasil panen.

Hilir

Offtaker, distributor, dan industri pengolahan.

Menampung hasil panen untuk diolah menjadi produk bernilai tambah dan disalurkan ke pasar retail modern, tradisional, maupun ekspor.

Digitalisasi dan Pemberdayaan Terpadu Lewat Program PESAT

​Selain dukungan modal, bank bjb turut mendorong transformasi digital di sektor pangan untuk mempermudah transaksi non-tunai bagi para petani, pelaku UMKM, pedagang pasar, dan pelaku agribisnis. Transformasi ini didukung oleh infrastruktur layanan seperti QRIS bank bjb, Agen bjb BiSA, dan aplikasi mobile banking bjb DIGI untuk monitoring transaksi usaha.

​Di sisi peningkatan kapasitas SDM, bank bjb konsisten menjalankan Program PESAT (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu). Program yang berjalan sejak tahun 2015 di bawah struktur kerja Divisi Kredit UMKM ini didukung oleh 6 Kantor Sentra UMKM dengan tujuan:

  1. ​Mengembangkan pelaku usaha agar menjadi bankable.
  2. ​Meningkatkan kemampuan tata kelola dan manajemen usaha.
  3. ​Memperluas akses terhadap layanan keuangan formal.

Kolaborasi Strategis dan Dampak Ekonomi

​Dalam merealisasikan program-program tersebut, bank bjb memperkuat sinergi dengan pemangku kepentingan (stakeholders) kunci, mulai dari tingkat daerah seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, serta Dinas Koperasi dan UMKM, hingga tingkat pusat melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Koperasi dan UKM. Sinergi ini juga melibatkan Gapoktan, koperasi, offtaker, perguruan tinggi, serta komunitas pelaku usaha.

​Salah satu implementasi nyata adalah penyaluran KUR kepada petani padi di sentra-sentra produksi seperti Indramayu, Karawang, dan Cianjur. Langkah strategis ini diharapkan dapat memicu sejumlah dampak positif yang signifikan:

Bagi Pelaku Usaha: Mempermudah akses pembiayaan, meningkatkan produktivitas, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan kesejahteraan secara bertahap.

Bagi Wilayah Jawa Barat: Mewujudkan ketahanan pangan daerah, memperkuat rantai pasok, menekan ketergantungan pada impor, mendorong perputaran uang di daerah, serta mengentaskan kemiskinan melalui sektor produktif.

Catatan Redaksi:

Kedaulatan pangan bukan hanya tentang kemampuan memproduksi pangan, tetapi juga memastikan bahwa seluruh pelaku dalam rantai nilai pangan memiliki akses terhadap pembiayaan, teknologi, pasar, dan pendampingan usaha. bank bjb berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperkuat sektor pangan menuju Jawa Barat yang mandiri, sejahtera, dan berdaulat pangan.

bank bjb untuk petani