Porosmedia.com, Bandung – Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin, S.H., M.M., resmi dinobatkan sebagai warga kehormatan masyarakat adat Jawa Barat. Penobatan ini ditandai dengan penganugerahan gelar “Satria Adhyaksa Nusantara” dalam sebuah prosesi adat yang khidmat dan sarat makna filosofis.
Penganugerahan yang dipelopori oleh Baresan Olot Masyarakat Adat (BOMA) Jawa Barat ini merupakan bentuk pengakuan kolektif dari 33 komunitas adat terhadap integritas dan kepemimpinan Jaksa Agung dalam penegakan hukum di Indonesia.
Acara diawali dengan alunan musik Tarawangsa Rancakalong yang bersifat meditatif, melambangkan pembukaan ruang spiritual dan harmoni antara manusia, alam, serta leluhur. Dalam prosesi tersebut, Jaksa Agung secara simbolis dipasangkan busana adat Sunda, Iket, dan Koja oleh para sesepuh adat.
Eka Santosa, selaku Duta Sawala BOMA yang juga merupakan Sekjen Baresan Olot Masyarakat Adat Jawa Barat, menyerahkan langsung piagam kehormatan sebagai bentuk legitimasi formal atas gelar tersebut.
”Pemasangan Iket merupakan simbol kehormatan, tanggung jawab, dan peneguhan nilai ‘nyunda’ yang luhur serta bijaksana,” ujar Eka Santosa dalam rangkaian prosesi tersebut. Selain itu, penyerahan senjata tradisional Kujang menjadi puncak simbolisme ketajaman nurani dan keberanian dalam menegakkan keadilan.
Gelar “Satria Adhyaksa Nusantara” membawa pesan mendalam agar nilai-nilai keadilan tidak hanya dijalankan secara administratif kenegaraan, tetapi juga menyentuh perspektif kearifan lokal. Koja atau tas tradisional yang dipasangkan juga menyimbolkan amanah bahwa dalam setiap langkah penegakan hukum, seorang pemimpin harus membawa nilai-nilai kebaikan.
Prosesi ini bukan sekadar seremoni budaya, melainkan pengikat antara dokumentasi kenegaraan dengan nilai-nilai adat yang masih terjaga kuat di Jawa Barat. Rombongan masyarakat adat sendiri berangkat langsung dari pusat ekowisata Alam Santosa menuju Jakarta untuk memastikan prosesi berjalan sesuai dengan pakem tradisi yang ketat.
Dengan penganugerahan ini, Jaksa Agung diharapkan terus menjadi pelindung nilai keadilan yang selaras dengan aspirasi masyarakat adat di seluruh Nusantara.







