Porosmedia.com, Bandung – Guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Forum Ormas, LSM, dan Komunitas Provinsi Jawa Barat melaksanakan aksi simpatik bertajuk “Jaga Lembur”. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 200 personel dari 20 organisasi kemasyarakatan (Ormas) ini dipusatkan di kawasan Monumen Perjuangan (Monju), Kota Bandung, Jumat (1/5/2026).
Ketua Umum Forum Ormas Jabar, R. Hendra Mulyana, S.H., memimpin langsung pergerakan massa yang berkumpul di Markas Forum Ormas Jabar, Jalan Sumedang No. 4, sejak siang hari. Menurut Hendra, aksi ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat sipil untuk membantu aparat kepolisian dalam menjaga Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, agar tetap kondusif.
“Kami hadir murni dari hati nurani untuk menjaga lembur (daerah) kita semua. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tetap merasa aman dan nyaman di tengah dinamika peringatan May Day,” ujar Hendra saat memberikan keterangan di Sekretariat Forum Ormas Jabar.
Situasi di kawasan Monumen Perjuangan terpantau kondusif pada awalnya. Namun, dinamika mulai berubah menjelang petang. Berdasarkan pantauan di lapangan, sekelompok massa berbaju hitam muncul di kawasan Tamansari dan Cikapayang. Massa tersebut diduga melakukan serangkaian tindakan anarkis yang merusak fasilitas publik, termasuk pembakaran pos polisi di dekat kawasan Baltos dan perusakan CCTV.
Hendra Mulyana mengungkapkan bahwa personel Jaga Lembur sempat berada di posisi yang berhadapan dengan kelompok tersebut guna mencegah meluasnya aksi anarkisme.
“Anggota kami yang berjumlah sekitar 200 orang mencoba menghalau pergerakan kelompok tersebut agar tidak masuk lebih jauh ke area publik lainnya. Dalam upaya mempertahankan kondusifitas tersebut, beberapa anggota kami bahkan mengalami cedera ringan,” ungkap Hendra.
Ia juga menyayangkan adanya hambatan bagi petugas pemadam kebakaran yang sempat kesulitan menuju lokasi karena adanya aksi pelemparan batu dari atas jalan layang (flyover) Pasopati oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Melihat pola pergerakan massa yang anarkis tersebut, Hendra Mulyana menilai kelompok tersebut terlihat sangat terorganisir. Ia mendorong pihak terkait untuk melakukan langkah pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif di masa mendatang agar peristiwa serupa tidak terulang.
“Jika dibiarkan, tindakan-tindakan destruktif ini dapat merusak citra Kota Bandung dan Jawa Barat. Kami khawatir aksi semacam ini disusupi oleh pihak yang memiliki niat buruk untuk mengganggu stabilitas wilayah,” tegasnya.
Hendra pun menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas solidaritas rekan-rekan Ormas, LSM, dan Komunitas yang tetap teguh menjaga keamanan tanpa pamrih.
”Terima kasih atas dedikasi saudara-saudara semua. Mari kita terus perkuat persatuan. Kita harus selalu hadir di saat masyarakat merasa tidak nyaman. Semoga perjuangan kita menjaga tatar Sunda selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Salam sauyunan, kondusif!” pungkasnya.
Senada dengan Hendra, Forum Media Jabar juga menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi antara elemen masyarakat dan awak media dalam mengawal pemberitaan yang objektif terkait aksi pengamanan swakarsa ini demi kedamaian Jawa Barat. (PM/Red)







