Kontestasi Kursi Jabar 1: Menimbang Visi Iman Firmansyah dan Efrianto Kasmuri demi Masa Depan Perbasi

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Dinamika Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Perbasi Jawa Barat memasuki babak baru. Pasca polemik legalitas pada pertemuan di Lembang sebelumnya, dua figur kuat, Iman Firmansyah dan Efrianto Kasmuri, kini resmi mencuat sebagai kandidat Ketua Umum dengan membawa gagasan besar untuk membenahi “kesehatan” organisasi serta prestasi basket di Tanah Pasundan.

​Meski berangkat dari sudut pandang yang berbeda, keduanya sepakat pada satu hal: Perbasi Jabar memerlukan reformasi struktural dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang fundamental.

​Iman Firmansyah: Fokus pada Akar Rumput dan Integritas Wasit

​Iman Firmansyah mengusung semangat kemandirian dan pemerataan kompetisi. Baginya, tidak ada alasan bagi Jawa Barat untuk kekurangan infrastruktur maupun agenda turnamen yang berjenjang.

​”Di Jabar belum ada kejuaraan yang benar-benar berjenjang untuk semua kelompok umur. Tujuan saya adalah meningkatkan level individu dan komunitas di setiap kota/kabupaten melalui liga-liga kecil hingga besar,” tegas Iman.

​Poin krusial dalam visi Iman adalah pembenahan kualitas pengadil lapangan. Ia berkomitmen memberikan pelatihan intensif bagi wasit di tingkat Pengcab agar setiap pertandingan memiliki nilai kualitas yang tinggi. Secara kritis, Iman juga menyoroti fenomena “penjegalan” di Musda pertama yang dianggapnya legal namun dianulir. Ia menegaskan pentingnya memutus tradisi buruk dalam organisasi dan bergerak maju tanpa hanya bergantung pada dana hibah.

Baca juga:  Epriyanto Beri Klarifikasi Terkait Dinamika Internal PERBASI Jabar

​Efrianto Kasmuri: Digitalisasi, Sport Science, dan Industri Basket

​Di sisi lain, Efrianto Kasmuri membawa misi transformasi Perbasi Jabar menjadi organisasi yang profesional, transparan, dan berbasis data. Ia menyoroti dahaga emas Jawa Barat yang sudah berlangsung cukup lama dan bertekad mengembalikan Jabar sebagai barometer nasional.

​”Kita harus solid sesuai AD/ART. Tidak boleh ada lagi dualisme atau kubu-kubuan. Kekuatan kita ada pada persatuan,” ujar Efrianto.

​Misi Efrianto mencakup beberapa poin strategis:

  • Modernisasi Organisasi: Mengimplementasikan sistem administrasi berbasis digital dan pendataan klub yang terintegrasi.
  • Pengembangan SDM: Mendorong kenaikan lisensi wasit (C ke B) serta pemerataan kualitas pelatih di seluruh daerah.
  • Sport Science: Pendampingan atlet berbasis data performa dan sains untuk standar nasional.
  • Kemandirian Ekonomi: Membangun citra positif agar basket menjadi industri yang menarik kemitraan strategis.

​Efrianto juga menunjukkan sikap ksatria dengan mengikuti proses Musda kedua ini sebagai bentuk kepatuhan organisasi, sembari mengajak semua pihak untuk menjaga spirit kebersamaan siapapun yang terpilih nantinya.

Baca juga:  Soal Tes PPDB Disoal, Disdik Jabar Klaim Tak Ada Kesalahan: “Semua Sudah Teruji”

​Menuju Babak Baru Perbasi Jabar

​Pertarungan gagasan antara Iman dan Efrianto ini bukan sekadar berebut kursi kepemimpinan, melainkan ujian bagi kedewasaan berorganisasi di tubuh Perbasi Jabar. Tantangannya adalah bagaimana mengubah visi-misi ini menjadi aksi nyata, mulai dari efisiensi anggaran hingga mempopulerkan kembali basket di level sekolah.

​Siapapun yang terpilih dalam Musprovlub ini memikul beban berat: menyatukan faksi yang sempat terbelah dan membuktikan bahwa Jawa Barat mampu kembali naik ke podium tertinggi basket nasional melalui pembinaan yang terstruktur dan kepemimpinan yang bersih. (PM)