Akselerasi Sertifikasi Halal: Unpad dan Kemenag Bedah Urgensi Jaminan Mutu Produk di Era Global

Avatar photo

Porosmedia.com, JatinangorUniversitas Padjadjaran (Unpad) mempertegas komitmennya dalam penguatan ekosistem halal nasional melalui kolaborasi strategis bersama Direktorat Jaminan Produk Halal Kementerian Agama RI. Langkah ini diwujudkan melalui agenda Halal Goes to Campus – Joyful Ramadhan Mubarak 2026 yang dihelat di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Selasa (3/3/2026).

​Kegiatan ini menyoroti transperansi proses produksi dan kepastian hukum jaminan produk sebagai pilar utama kesejahteraan masyarakat.

​Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, menegaskan bahwa isu halal saat ini telah bertransformasi dari sekadar kewajiban religius menjadi parameter standar kesehatan dan tata kelola kehidupan yang komprehensif.

​Menurutnya, prinsip halalan thayyiban merupakan manifestasi dari upaya menjaga kualitas hidup manusia secara holistik.

​“Halal bukan lagi sebatas labelisasi formal, melainkan representasi dari integritas proses dan jaminan mutu produk. Standar proses yang benar secara inheren akan menghasilkan output yang berkualitas bagi masyarakat,” ujar Prof. Widya.

​Ia juga mencatat adanya pergeseran paradigma global di mana kesadaran akan produk halal kini mulai diadopsi secara masif di negara-negara dengan populasi minoritas muslim sebagai standar keamanan konsumsi.

Baca juga:  Inspiratif! Mahasiswa Penerima KIP-K Unpad Tembus Jurnal Internasional Bereputasi Q1

​Di sisi lain, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., menyoroti tantangan psikologis masyarakat di negara mayoritas muslim yang cenderung abai terhadap verifikasi kehalalan produk karena merasa berada di lingkungan aman.

​Prof. Abu menekankan bahwa penguatan literasi halal harus dimulai dari instansi pendidikan guna membangun kesadaran kritis sejak dini. Indonesia, lanjutnya, telah memperkuat kepastian hukum ini melalui regulasi jaminan produk halal yang mencakup komoditas makanan, minuman, obat-obatan, hingga kosmetik.

​“Sertifikasi halal kini menjadi instrumen daya saing industri global. Pelaku usaha internasional berlomba memenuhi standar kita untuk menembus pasar domestik. Ini adalah momentum bagi mahasiswa untuk terlibat dalam ekosistem industri halal yang multidisipliner,” jelas Prof. Abu.

​Acara ini tidak hanya menjadi forum seremonial, tetapi juga ruang diskusi teknis dalam sesi “Ngobral (Ngobrol tentang Halal) @Unpad”. Sesi tersebut menghadirkan dua pakar utama: ​H. Muhammad Fuad Nasar, S.Sos., M.Sc. (Direktur Jaminan Produk Halal) dan ​Dr. Ir. Souvia Rahimah, S.TP., M.Sc. (Ketua Lembaga Pemeriksa Halal Unpad)

Baca juga:  Unpad Nonaktifkan Dosen Terkait Dugaan Kekerasan Seksual: Komitmen Ruang Aman atau Sekadar Pemadam Kebakaran?

​Melalui kolaborasi ini, Unpad diharapkan dapat menjadi pusat riset dan pengembangan industri halal yang mampu menjembatani kebutuhan pasar global dengan standar syariah yang akuntabel.

Catatan Redaksi: Berita ini disusun sebagai bagian dari edukasi publik mengenai pentingnya sertifikasi produk sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia.