Inspiratif! Mahasiswa Penerima KIP-K Unpad Tembus Jurnal Internasional Bereputasi Q1

Avatar photo

Porosmedia.com, Kab. Sumedang, Jatinangor – Ketekunan dan keberanian mengeksplorasi hal baru membawa Aditya Nanda Riandhi, wisudawan Program Studi Bisnis Digital Universitas Padjadjaran (Unpad), menorehkan prestasi gemilang di penghujung masa studinya. Karya ilmiahnya berhasil menembus jurnal internasional bereputasi Q1, Cogent Business and Management, yang diterbitkan oleh Taylor & Francis.

​Artikel ilmiah berjudul “AI and Consumer Behavior: Trends, Technologies, and Future Directions from a Scopus-Based Systematic Review” tersebut menjadi bukti dedikasi Aditya dalam bidang akademik. Atas pencapaian ini, Aditya resmi dilantik dalam Upacara Wisuda Lulusan Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Bandung, Kamis (5/2/2026) lalu.

​Aditya mengungkapkan bahwa proses penyusunan artikel ini merupakan salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan akademiknya. Bermodalkan pemahaman dari mata kuliah metodologi penelitian, ia berinisiatif menghubungi dosen pembimbing untuk menyusun artikel lebih awal.

​“Awalnya saya hanya menargetkan publikasi di jurnal nasional terakreditasi. Namun, setelah berdiskusi dengan dosen, kami memutuskan untuk mencoba menembus jurnal internasional. Meski sempat ragu karena ini pengalaman pertama, saya memilih untuk terus mencoba,” ujar Aditya kepada Tim Kanal Media Unpad.

Baca juga:  FPIK Unpad Gelar ‘Talk Show’ Budidaya Lobster, Doni Ismanto: Optimalkan Permen KP No.7/ 2024 khususnya Ekosistem Lobster untuk Nelayan

​Proses tersebut diakui tidak instan. Aditya sempat menghadapi fase major revision dengan catatan perbaikan substansial yang cukup menantang. Namun, berkat kolaborasi intensif dengan dosen, artikel tersebut akhirnya dinyatakan diterima pada Agustus 2025 dan kini telah mendapatkan sejumlah sitasi secara global.

​Lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK 3,81), Aditya membagikan tips menjaga performa akademik. Menurutnya, hal sederhana seperti disiplin hadir di kelas, mencatat penjelasan dosen, dan menjaga komunikasi yang baik dengan pengajar adalah kunci utama.

​Ia meyakini bahwa hubungan positif dengan dosen bukan sekadar soal nilai, melainkan pintu pembuka peluang kolaborasi dan pengembangan diri yang lebih luas di lingkungan kampus.

​Sebagai penerima manfaat Kartu Indonesia Pintar – Kuliah (KIP-K), Aditya merasa sangat terbantu dengan dukungan finansial dari pemerintah. Hal ini membuatnya bisa lebih fokus dalam menjalani studi dan mengejar prestasi tanpa terhambat kendala biaya.

​Ia juga mengapresiasi fasilitas Unpad yang suportif, mulai dari bimbingan intensif hingga skema pembiayaan publikasi ilmiah. “Ketika sudah mendapatkan kesempatan dan dukungan untuk berkuliah, tanggung jawab kita adalah menjalankannya dengan sungguh-sungguh dan mencetak prestasi,” tegasnya.

Baca juga:  Unpad Nonaktifkan Dosen Terkait Dugaan Kekerasan Seksual: Komitmen Ruang Aman atau Sekadar Pemadam Kebakaran?

​Menutup kisahnya, Aditya berpesan kepada rekan-rekan mahasiswa untuk tetap fokus pada tujuan awal kuliah dan tidak mudah terpengaruh oleh opini negatif di lingkungan sekitar.

​”Prestasi terlahir dari konsistensi, disiplin, dan kemauan untuk terus mempelajari hal baru,” tutupnya.

Capaian Aditya menjadi potret nyata bagaimana sinergi antara komitmen pribadi, dukungan institusi, dan kebijakan bantuan pendidikan yang tepat sasaran dapat mencetak lulusan yang kompetitif di tingkat internasional.