Ubah Sampah Menjadi Estetika: Ika Ismurdiyahwati Gelar Pameran Tunggal “Transformasi” di Bandung

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Persoalan sampah yang menjadi isu krusial di Kota Bandung dan berbagai kota besar lainnya di Indonesia memicu keresahan kreatif bagi Ika Ismurdiyahwati. Dosen Seni Rupa Universitas Adibuana Surabaya ini merespons fenomena tersebut melalui sebuah pameran tunggal bertajuk “Transformasi” yang diselenggarakan di Galeri Sanggar Olah Seni (SOS), Babakan Siliwangi, Bandung.

​Pameran yang dikurasi oleh Anna Sungkar ini berlangsung mulai 18 hingga 22 Februari 2026, dengan prosesi pembukaan resmi pada Kamis, 19 Februari 2026. Melalui pameran ini, Ika menampilkan eksplorasi imajinasi dari bentuk-bentuk sampah temuan yang dialihrupakan menjadi karya artistik dinamis.

Berbeda dengan konsep daur ulang pada umumnya, praktik artistik Ika Ismurdiyahwati merupakan sebuah gestur tegas dalam memilih medium spesifik. Ia menggunakan sampah kertas, akrilik, serta sobekan bekas pembungkus produk yang telah kehilangan nilai guna, namun masih menyimpan makna sebagai saksi pola konsumsi harian masyarakat.

​”Material ini merekam ekonomi mikro dan makro sekaligus: dari jajanan ringan hingga produk industri,” tulis Anna Sungkar dalam catatan kuratorialnya. Dengan menempelkan sisa-sisa pembungkus tersebut pada kanvas dan karton duplex, Ika melakukan transposisi dari ruang sirkulasi barang menuju ruang kontemplasi estetis.

Baca juga:  Penyegelan Wisata Alam Puncak Picu PHK, Warga Minta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Bertanggung Jawab

Karya-karya yang dipamerkan memperlihatkan paradoks visual yang menarik. Material dari dunia konsumsi massal—lengkap dengan tipografi komersial, barcode, dan logo merek yang masih terlihat—diolah menjadi representasi lanskap, seperti garis cakrawala dan siluet bangunan.

​Pendekatan ini menciptakan kesan bahwa lanskap yang kita lihat bukanlah alam murni, melainkan lingkungan yang telah terkontaminasi oleh ekonomi kemasan. Misalnya, pada karya berjudul “Lembah Berwarna Kuning di Perkampungan Kota” dan “Bulan Plastik di Tepi Pantai”, Ika menyoroti bagaimana limbah telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari ekosistem kita.

Melalui “Transformasi”, Ika tidak sekadar menawarkan solusi teknis terhadap krisis sampah, melainkan berupaya mengubah cara pandang publik. Pameran ini menjadi ruang refleksi atas apa yang manusia tinggalkan setelah konsumsi.

​”Seni memiliki kekuatan untuk mengubah sampah kemasan menjadi lanskap, memaksa kita menyadari bahwa cakrawala masa depan kita mungkin benar-benar tersusun dari sisa-sisa konsumsi hari ini,” ungkap Anna Sungkar.

​Pameran ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran baru bagi pengunjung untuk berhenti sejenak dari siklus “beli-buka-buang” dan mulai menatap residu yang dihasilkan secara lebih kritis.

Baca juga:  Transformasi Bandung Zoo Menjadi Bandung Safari: Langkah Konservasi atau Ekspansi Oligarki?

Detail Acara: Judul Pameran: TRANSFORMASI (Solo Exhibition Ika Ismurdiyahwati), ​Kurator: Anna Sungkar, Waktu: 18 – 22 Februari 2026, ​Tempat: SOS GALLERY (Sanggar Olah Seni), Jl. Lebak Siliwangi No. 7, Bandung.

Katalog_PameranTunggal_Ika