Dago Elos Jadi Panggung Festival September Hitam: Retrospeksi Seni untuk Kemanusiaan

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Sebuah festival seni akan digelar pada Minggu, 28 September 2025 mulai pukul 19.00 WIB. Festival yang diberi tajuk Festival September Hitam 2025 ini akan berlangsung di kawasan Dago Elos, Bandung.

Bagi bangsa Indonesia, bulan September kerap menjadi pengingat atas berbagai tragedi sejarah yang menorehkan luka kolektif. “Melalui Festival September Hitam, kita diajak melakukan retrospeksi terhadap peristiwa-peristiwa kelam yang tidak bisa dilupakan,” ujar Rahman Sabur, ketua penyelenggara.

Menurut Rahman, festival ini menghadirkan ruang ekspresi seni rakyat untuk mengingat, meresapi, sekaligus menyuarakan kembali pengalaman sejarah bangsa. Festival September Hitam terselenggara berkat kolaborasi lintas disiplin para seniman Bandung, mulai dari teater, tari, musik, sastra, seni rupa, hingga komunitas Dago Elos.

“Festival September Hitam adalah seni untuk kemanusiaan, seni untuk keadilan, dan seni untuk bangsa yang masih terus mencari jalan kesembuhan,” tambahnya.

Rahman berharap, festival ini dapat memberi makna serta dorongan moral bagi publik. Ke depan, pihaknya menginginkan Festival September Hitam hadir secara berkesinambungan setiap tahun.

Baca juga:  Bandung Utama – Visi Misi KMP Untuk Kota Bandung Lebih Baik Bersama Bank Bandung 

“Para seniman akan terus merapatkan barisan untuk menyuarakan pikiran dan hati nurani rakyat, yang seringkali terpinggirkan oleh kepentingan kekuasaan. Seni tidak boleh dibungkam, apalagi diseragamkan,” tegas Rahman.

Festival ini sekaligus menjadi pernyataan bahwa seni sejati lahir dari keresahan sosial dan keberpihakan pada kemanusiaan, bukan sekadar alat legitimasi kekuasaan.