Prabowo di Podium Dunia: Pidato Tegas Menggema di Sidang Umum PBB ke-80

Avatar photo

Porosmedia.com, New York – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tampil di podium Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di Markas Besar PBB, New York, Senin (22/9/2025) waktu setempat. Kehadirannya menjadi sorotan karena Indonesia mendapat giliran berbicara ketiga setelah Brasil dan Amerika Serikat.

Momentum ini menandai kembalinya Presiden Indonesia secara langsung ke forum PBB setelah satu dekade. Pidato Prabowo pun disambut hangat, bahkan mendapat apresiasi berupa standing ovation dari sejumlah delegasi negara.

Reformasi Tata Dunia

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya reformasi tata kelola dunia. Ia menyoroti ketidakadilan global dan praktik hipokrisi yang masih mendominasi hubungan internasional. Menurutnya, tatanan global yang ada saat ini sudah tidak relevan dengan tantangan baru, sehingga harus diperbaiki agar lebih adil dan seimbang.

“Sudah waktunya dunia berani melakukan pembaruan tata kelola global agar tidak hanya menguntungkan segelintir pihak, tetapi juga memberi ruang bagi negara-negara berkembang,” tegas Prabowo.

Ketahanan Pangan dan Energi

Presiden juga menekankan isu ketahanan pangan dan energi sebagai prioritas utama. Menurutnya, ancaman terbesar bagi dunia bukan hanya konflik bersenjata, melainkan krisis pangan yang bisa melumpuhkan kehidupan masyarakat.

Baca juga:  Langkah Progresif Trump dan Prabowo

“Apa artinya demokrasi jika rakyat kelaparan? Apa gunanya pidato panjang jika masyarakat tidak bisa membeli makanan pokok?” ucapnya, mengingatkan bahwa stabilitas global sangat bergantung pada kecukupan pangan dan energi.

Perubahan Iklim dan Lingkungan

Prabowo juga menyinggung perubahan iklim dengan bahasa yang lugas. Ia menegaskan bahwa krisis iklim bukan sekadar isu akademis, melainkan ancaman nyata terhadap peradaban. Indonesia, kata dia, siap berada di garis depan dalam transisi energi hijau, sekaligus mengingatkan negara-negara maju agar tidak hanya memberi ceramah tetapi juga menghentikan praktik merusak hutan tropis.

Palestina: Sikap Tegas Indonesia

Bagian paling mendapat sorotan adalah ketika Presiden Prabowo menyatakan dukungan penuh Indonesia terhadap Palestina. Ia menegaskan bahwa Indonesia siap berperan aktif, termasuk mengirim pasukan perdamaian apabila gencatan senjata benar-benar diterapkan.

“Indonesia berdiri tegak bersama Palestina. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan itu bukan sekadar slogan, tetapi amanat konstitusi kami,” tegas Prabowo.

Tradisi Diplomasi Indonesia

Pidato ini menambah catatan panjang kehadiran para pemimpin Indonesia di forum PBB. Sejak Soekarno pada 1960 dengan pidatonya To Build the World Anew, hingga era Gus Dur, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo, setiap Presiden membawa nuansa dan pendekatan berbeda.

Baca juga:  Menagih Janji "Aman" di Balik Selebrasi Hari Perempuan

Jika Bung Karno menekankan membangun dunia baru, maka Prabowo kali ini menekankan reformasi tata dunia, yang dipandang sebagai kelanjutan relevan dari spirit pendiri bangsa.

Indonesia di Panggung Utama

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di podium PBB ke-80 menjadi penegasan bahwa Indonesia tetap memainkan peran penting dalam percaturan global.

Di forum itu, Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi tampil di panggung utama, menyuarakan kepentingan rakyatnya sekaligus menawarkan solusi bagi dunia yang kian multipolar.

Pidato Presiden Prabowo kini tercatat dalam arsip diplomasi global—sebagai momen ketika Indonesia berbicara lantang, menantang ketidakadilan, dan menegaskan kembali bahwa tatanan dunia harus adil bagi semua bangsa.

Irom |Porosmedia