TAP, S.H. (Ketua Umum RIU – Rakyat Indonesia Unggul) Ucapkan Selamat kepada Dr. (HC) Ir. Burhanuddin Abdullah Harahap, MA atas Anugerah Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden Prabowo

Avatar photo

Porosmedia.com, Jakarta – 25 Agustus 2025, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menganugerahkan Bintang Mahaputera Adipradana kepada tokoh senior asal Jawa Barat, Dr. (HC) Ir. Burhanuddin Abdullah Harahap, MA, mantan Gubernur Bank Indonesia, dalam Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi negara atas kontribusi Burhanuddin Abdullah dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional, memperkuat peran perbankan terhadap sektor riil, hingga mengawal berbagai kebijakan strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik.

Sebagai salah satu tanda kehormatan tertinggi di Indonesia, Bintang Mahaputera Adipradana hanya dianugerahkan kepada individu yang dinilai berjasa besar bagi bangsa dan negara di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, ilmu pengetahuan, maupun teknologi.

Apresiasi dari Aktivis dan Tokoh Muda Jabar

Tody Ardyansah Prabu, S.H. (TAP) – aktivis HMI, alumni BEM FH Universitas Trisakti, Wakil Ketua Umum Forum Alumni BEM & Senat Mahasiswa (FABEM), Ketua Umum Komunitas Jabar Unggul, sekaligus Wakil Ketua Majelis Pertimbangan BPP KAPMI

Atas penghargaan ini, Tody Ardyansah Prabu, S.H. (TAP) – aktivis HMI, alumni BEM FH Universitas Trisakti, Wakil Ketua Umum Forum Alumni BEM & Senat Mahasiswa (FABEM), Ketua Umum Komunitas Jabar Unggul, sekaligus Wakil Ketua Majelis Pertimbangan BPP KAPMI – menyampaikan ucapan selamat dan apresiasinya.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. (HC) Ir. Burhanuddin Abdullah Harahap, MA. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus konsisten dalam pengabdian kepada negara, memperkuat peran ekonomi rakyat kecil, serta mengharumkan nama Jawa Barat di tingkat nasional maupun internasional. Kami berharap beliau tetap menjadi teladan menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujar Tody.

Baca juga:  Sedekah Tidak Cukup Sekadar Berbagi: Saatnya Media Menggerakkan Pemberdayaan

Figur Kenegarawan

Menurut Tody, Burhanuddin Abdullah adalah sosok negarawan dengan pengalaman panjang di bidang moneter, ekonomi, keuangan, dan perbankan. Selain pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (2001), ia juga dikenal sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2003–2008, serta tokoh yang dekat dengan kalangan akademisi, aktivis, dan masyarakat Jawa Barat.

“Kepemimpinan beliau menyeimbangkan stabilitas moneter dan kesejahteraan rakyat. Sosok kenegarawan seperti beliau sangat dibutuhkan untuk mengawal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto demi tercapainya visi besar bangsa,” tambah Tody.

Tody bahkan menyebut Burhanuddin Abdullah layaknya seorang penasihat strategis bagi negara, yang mampu memberikan masukan penting di bidang moneter, keuangan, dan kesejahteraan masyarakat.

Harapan untuk Bangsa

Tody menegaskan, penghargaan yang diterima Burhanuddin Abdullah bukan sekadar apresiasi pribadi, tetapi juga simbol pengakuan negara terhadap kontribusi tokoh senior Jawa Barat bagi peta jalan ekonomi bangsa.

Ia berharap ke depan, pemikiran dan keteladanan Burhanuddin Abdullah dapat mendorong:

Pencapaian target pertumbuhan ekonomi hingga 8%, Penciptaan lapangan kerja luas, Penguatan kewirausahaan generasi muda, Pemanfaatan sumber daya alam melalui hilirisasi, Penguatan sektor vital ekonomi rakyat kecil, serta Percepatan pembangunan SDM unggul berbasis inovasi dan teknologi.

Baca juga:  Presiden Prabowo dan Tantangan SDM Indonesia: Menyikapi Kekuatan Armada Tiongkok dengan Strategi Sumber Daya Manusia yang Nyata

“Semua ini adalah bagian dari upaya besar menuju Indonesia Emas 2045, ketika bangsa kita benar-benar berdaulat, adil, makmur, dan unggul,” tutup Tody.

Jejak Karier Burhanuddin Abdullah

Pria kelahiran Garut, 10 Juli 1947, memiliki rekam jejak panjang di dunia ekonomi dan perbankan, antara lain:

Kepala Bagian Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Internasional BI (1994–1995),

Wakil Kepala Urusan Luar Negeri BI,

Deputi Gubernur BI (2000–2001),

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (2001),

Gubernur BI (2003–2008).

Pada masa kepemimpinannya, Indonesia berhasil melunasi seluruh utang kepada IMF lebih cepat dari target, sebuah langkah visioner yang diapresiasi internasional. Bahkan, pada 2007 ia terpilih sebagai Bankir Sentral Terbaik Dunia versi Global Finance.

Burhanuddin Abdullah juga tercatat sebagai Rektor IKOPIN (2011–2023), Komisaris Utama PLN, serta Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran. Saat ini ia menjadi Ketua Tim Pakar Danantara, sebuah inisiatif strategis investasi berkelanjutan di sektor energi, pangan, dan manufaktur.

Riwayat Pendidikan

SD: Sekolah Rakyat Pangalengan II (1960),

SMP: Negeri Banjaran, Jawa Barat (1963),

Baca juga:  Napak Tilas Luka Sejarah: Wawancara Abah Landoeng dan Ingatan yang Tak Pernah Usai

SPMA: Tanjungsari, Sumedang (1967),

S1: Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (1974),

S2: Master of Arts in Economics, Michigan State University, AS (1984).

Dengan dianugerahkannya Bintang Mahaputera Adipradana pada momentum 80 tahun kemerdekaan, diharapkan semakin banyak tokoh bangsa yang mengikuti jejak pengabdian Burhanuddin Abdullah demi mewujudkan cita-cita besar Indonesia yang unggul, berdaulat, dan sejahtera.

Tody Ardyansah Prabu, S.H. (TAP)
Ketua Umum Komunitas Rakyat Indonesia Unggul / Komunitas Jabar Unggul
Waketum DPP FABEM-SM
Wakil Ketua Majelis Pertimbangan BPP KAPMI