Dukung Operasional TPPAS Legok Nangka 2029, Pemkot Bandung Siapkan Armada Khusus dan Fasilitas Pemilahan

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmen penuh dalam mendukung rencana operasional Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka yang diproyeksikan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2029 mendatang.

​Dukungan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan komitmen bersama, penyiapan sarana penunjang, hingga penataan sistem pengangkutan dan pemilahan sampah sejak dari hilir.

​Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa kesiapan infrastruktur pendukung di tingkat daerah menjadi kunci utama agar alokasi pembuangan sampah ke TPPAS Legok Nangka berjalan optimal dan aman.

​”Pokoknya Kota Bandung sudah berkomitmen. Kita sudah menandatangani pengadaan mobil transportasi khusus. Kita juga sudah menyiapkan lahan untuk pemilahan. Sampah dari Kota Bandung harus dipilah terlebih dahulu sebelum dibawa ke Legok Nangka menggunakan kendaraan khusus,” ujar Farhan saat memberikan keterangan di Balai Kota Bandung.

Spesifikasi Armada dan Alokasi Kuota

​Farhan menjelaskan, berdasarkan kesepakatan dan kontrak kerja sama yang telah ditandatangani sejak tahun 2018, Kota Bandung dialokasikan untuk mengirimkan sekitar 800 ton sampah per hari ke TPPAS Legok Nangka. Jumlah kuota tersebut dipastikan tetap konsisten tanpa ada perubahan.

Baca juga:  Memperkokoh Pondasi Organisasi: Melintasi Lorong Waktu Menuju Cahaya Pengabdian

​Mengingat kondisi geografis TPPAS Legok Nangka di Kabupaten Bandung yang berada di kawasan berbukit dengan kontur jalan menanjak dan menurun, Pemkot Bandung menyiapkan armada pengangkut berspesifikasi khusus.

​”Kendaraannya berbeda. Harus kuat menanjak dan memiliki sistem pengereman yang baik karena jalurnya naik dan turun. Jadi memang membutuhkan kendaraan yang dirancang khusus untuk operasional menuju Legok Nangka,” kata Farhan.

​Pembangunan TPPAS Legok Nangka sendiri menjadi tonggak penting (milestone) dalam transformasi sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis teknologi ramah lingkungan di wilayah Bandung Raya, guna mengurangi ketergantungan pada metode penampungan konvensional.

TPA Sarimukti Bertransisi Jadi Pusat Pengolahan Organik

​Selain penyiapan menuju TPPAS Legok Nangka, Pemkot Bandung juga menyoroti perubahan fungsi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Ke depan, TPA Sarimukti akan difokuskan sebagai pusat pengolahan sampah organik hasil pemilahan dari Kota Bandung.

​Salah satu teknologi yang didorong oleh Pemkot Bandung dalam pengolahan sampah organik di Sarimukti adalah pemanfaatan gas metana melalui metode gasifikasi.

​”Sarimukti nantinya akan dijadikan tempat pengolahan organik. Setelah dipilah, sampah organik akan dibawa ke Sarimukti untuk diolah menggunakan berbagai teknologi. Salah satu teknologi yang saya dorong adalah gasifikasi metana dari tumpukan sampah organik. Ini menjadi solusi yang baik untuk meningkatkan nilai tambah pengelolaan sampah,” terang Farhan.

Baca juga:  Menanti "Keajaiban" di Labirin Cicadas: Trotoar Cantik vs Dompet yang Cekik

​Penerapan teknologi gasifikasi metana tersebut diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan energi terbarukan, tetapi juga efektif menekan emisi gas rumah kaca dari sektor persampahan di kawasan Bandung Raya.

​Melalui integrasi antara pemilahan di tingkat kota, armada khusus menuju TPPAS Legok Nangka, serta optimalisasi TPA Sarimukti untuk sampah organik, Pemkot Bandung optimistis penanganan masalah sampah daerah dapat berjalan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. (P-01)