Uji Petik Kebersihan dan Mobilitas Bandung H+1 Lebaran: Antara Pengerahan Personel Masif dan Kenyamanan Wisatawan

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Momentum H+1 Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menjadi ujian krusial bagi infrastruktur pelayanan publik di Kota Bandung. Pada Minggu (22/3/2026), Pemerintah Kota Bandung terpantau mengerahkan ratusan personel kebersihan guna mengantisipasi penumpukan sampah di titik-titik vital, bertepatan dengan lonjakan kunjungan wisatawan ke pusat-pusat sejarah dan kuliner.

​Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 640 personel kebersihan disiagakan untuk mengintervensi 108 titik prioritas. Wilayah kerja ini mencakup 64 ruas jalan protokol, 40 pasar tradisional, serta berbagai kawasan wisata yang rentan terhadap residu aktivitas publik.

​Dukungan teknis yang dikerahkan tidak main-main; tercatat 123 unit peralatan operasional diterjunkan ke lapangan. Alat berat, road sweeper, 56 truk pengangkut, hingga 57 motor sampah (mosam) menjadi tulang punggung dalam memastikan estika kota tetap terjaga di tengah euforia liburan.

​Petugas di lapangan, seperti Budianto, mengakui adanya peningkatan intensitas kerja. “Kami mulai menyisir sejak pukul 05.00 WIB untuk memastikan area Dago dan sekitarnya tetap steril dari sampah, mengingat volume wisatawan yang terus meningkat,” ungkapnya.

Baca juga:  Uang Bukan Tuhan, Karakter Bukan Barang Bukti: Membongkar Halusinasi Ekonomi Kita

​Kawasan ikonik seperti Jalan Asia Afrika dan Jalan Braga tetap menjadi magnet utama. Meski trotoar dan area pedestrian dipadati pengunjung, pantauan di lapangan menunjukkan kondisi kebersihan yang relatif terkendali. Langkah sigap petugas di area heritage ini mendapat apresiasi dari pengunjung luar kota yang menilai citra Bandung lebih tertata dibandingkan periode sebelumnya.

​Namun, di balik apresiasi tersebut, tantangan nyata terlihat di kawasan sektor ekonomi mikro. Camat Cibeunying Kidul, Moch. Edi Purwadi, terpantau melakukan pendampingan langsung terhadap petugas di kawasan PKL Jalan A. Yani. Langkah ini diambil guna memitigasi potensi gangguan kebersihan yang sering kali membayangi titik-titik keramaian pedagang kaki lima selama momentum Lebaran.

​Menariknya, meskipun kawasan Braga dan Asia Afrika mengalami kepadatan aktivitas manusia, arus lalu lintas kendaraan justru terpantau lancar tanpa kemacetan berarti. Hal ini berbeda dengan dinamika di Jalan Dago yang cenderung lebih lengang, memberikan ruang bagi wisatawan untuk menikmati suasana kota dengan lebih santai.

​Pihak kewilayahan menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar lonjakan wisatawan tidak berujung pada kekacauan logistik sampah maupun stagnasi jalanan.

Baca juga:  PB HMI : diduga lakukan kejahatan pemilik Mayapada, ini Kejahatan Internasional, saatnya Tegakan UU PPSK dan Asas Strict Liability

​Kendati kondisi H+1 ini dinilai kondusif, konsistensi pemerintah daerah dalam mempertahankan standar kebersihan hingga akhir masa libur Lebaran tetap menjadi sorotan publik. Efektivitas pengerahan 640 personel ini akan terus diuji seiring dengan puncak arus balik dan kunjungan wisata yang diprediksi masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. (Ziz/Red/PM)