Porosmedia.com, Bandung – Profesi masinis selama ini kerap diidentikkan sebagai domain kaum pria. Namun, narasi tersebut perlahan bergeser seiring dengan munculnya perempuan-perempuan tangguh yang kini berdiri di balik tuas kendali lokomotif. Di balik bobot besi ratusan ton, terdapat tanggung jawab besar untuk menjamin keamanan ribuan nyawa penumpang tiba di tujuan dengan selamat dan tepat waktu.
Kehadiran perempuan di ruang kendali kereta api membuktikan bahwa ketelitian, ketangguhan, dan profesionalisme tidak dibatasi oleh sekat gender. Sosok yang seringkali dipersepsikan dengan kelembutan, mampu menunjukkan ketegasan dan kesigapan tinggi saat menjalankan tugas operasional yang krusial.
Di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero), kesetaraan gender telah menjadi implementasi nyata dalam budaya kerja. Seluruh personel, baik pria maupun wanita, memiliki kedudukan dan tanggung jawab yang sejajar dalam menjalankan tugas kedinasan. Terlebih pada masa angkutan Lebaran yang menuntut kewaspadaan ekstra, para masinis perempuan tetap siaga menjalankan dinas sesuai jadwal guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik.
Data PT KAI Daop 2 Bandung mencatat, dari total 213 masinis yang bertugas, terdapat tiga masinis perempuan yang menjadi garda terdepan dalam operasional kereta api di wilayah tersebut. Meski secara kuantitas masih terbatas, eksistensi mereka merupakan simbol transformasi dan inspirasi di sektor perkeretaapian nasional.
Salah satunya adalah Ajeng, masinis perempuan di lingkungan Daop 2 Bandung. Baginya, menjalani profesi di lingkungan yang didominasi laki-laki merupakan tantangan yang memacu motivasi untuk terus membuktikan kompetensi diri.
“Menjadi masinis memiliki tantangan tersendiri, terutama bekerja di lingkungan yang mayoritas adalah laki-laki. Namun, hal tersebut justru menjadi dorongan bagi saya untuk terus belajar dan membuktikan bahwa perempuan memiliki kapabilitas yang sama dalam profesi ini,” ujar Ajeng.
Ajeng menambahkan, dukungan moral dari keluarga merupakan pilar utama yang membuatnya tetap teguh dalam mengemban tanggung jawab profesi yang berisiko tinggi ini.
“Dukungan keluarga sangat besar. Itulah yang menjadi sumber energi dan kepercayaan diri saya dalam menjalankan setiap penugasan,” tuturnya.
Kehadiran masinis perempuan bukan sekadar upaya pemenuhan representasi gender, melainkan wujud nyata dedikasi dan profesionalisme PT KAI dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat luas.
#PTKAI #Daop2Bandung #PorosMedia #EmansipasiWanita #TransportasiPublik #BUMNHadirUntukNegeri







