Porosmedia.com, Bandung – Kebahagiaan mendalam dirasakan oleh Jemaat ERROI Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) di Kampung Tanah Rubuh, Distrik Manokwari Utara. Rumah ibadah yang selama ini dibangun dengan keterbatasan, kini mendapatkan sentuhan renovasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026.
Program yang dilaksanakan oleh Kodim 1801/Manokwari ini menempatkan renovasi rumah ibadah sebagai salah satu sasaran fisik prioritas, di samping pembangunan infrastruktur jalan, perumahan, dan sarana air bersih bagi masyarakat setempat.
Gembala Jemaat GPKAI ERROI, Budi Dowansiba, S.H., M.Th., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI dan Pemerintah Daerah atas sinergi yang terjalin. Menurutnya, bantuan ini merupakan jawaban atas doa dan kerinduan panjang jemaat akan tempat ibadah yang representatif.
“Kami sangat bersyukur. Selama ini ada kerinduan besar untuk membangun rumah ibadah yang layak, namun terkendala biaya dan kondisi ekonomi jemaat. Melalui TMMD, mimpi itu mulai terwujud,” ujar Budi Dowansiba, Jumat (24/4/2026).
Pembangunan gereja tersebut awalnya diupayakan secara swadaya oleh masyarakat. Namun, karena keterbatasan dana dan sumber daya, proses pembangunan sempat berjalan lambat dan terhambat selama beberapa waktu.
“Berkat kehadiran Satgas TMMD, bangunan gereja kini mulai terlihat rapi, kokoh, dan layak digunakan. Bagi kami, ini bukan sekadar renovasi fisik, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam memperhatikan kebutuhan spiritual masyarakat di pelosok,” tambahnya.
Program TMMD ke-128 ini membuktikan bahwa akselerasi pembangunan di wilayah Kabupaten Manokwari tidak hanya menyasar pada aspek fungsional infrastruktur, tetapi juga menyentuh penguatan mental-spiritual masyarakat melalui penyediaan fasilitas ibadah yang nyaman.
Kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Manokwari, dan partisipasi aktif warga Kampung Tanah Rubuh menjadi kunci suksesnya pelaksanaan program ini, guna meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan dan pedesaan.







