Porosmedia.com, Kab. Bandung, 23 Mei 2026 – Forum Penyelamat Hutan Jawa (FPHJ) merayakan hari jadinya yang ke-4 dengan menggelar diskusi strategis mengenai pelestarian lingkungan di Alam Santosa, Cimeunyan, Kabupaten Bandung, Sabtu (23/5/2026). Acara ini menjadi momentum penguatan
sinergi antara pemangku kebijakan, praktisi lingkungan, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menjaga ekosistem hutan di wilayah Jawa.
Kasubag Kesekretariatan PTPN Jawa Barat, Wahdian, yang hadir dalam kesempatan tersebut menyatakan komitmen penuh perusahaan dalam mendukung langkah-langkah pelestarian yang diinisiasi oleh FPHJ. Menurutnya, FPHJ berfungsi sebagai wadah krusial
yang merangkum berbagai persoalan kehutanan, baik yang terjadi di lahan PTPN maupun Perhutani.
“Kami sangat mendukung langkah-langkah FPHJ sebagai pemerhati lingkungan. Forum ini menjadi tempat berkumpulnya para ahli dan praktisi berpengalaman. Pengalaman yang
mereka bagikan menjadi cerminan penting bagi kami untuk menentukan tindak lanjut kebijakan di lapangan,” ujar Wahdian saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Wahdian menjelaskan bahwa sinergi yang terjalin selama ini telah membuahkan hasil nyata. Salah satu pencapaian signifikan adalah keberhasilan PTPN meraih penghargaan
‘Green Growth Acceleration Award’ baru-baru ini di Jakarta. Penghargaan tersebut
merupakan apresiasi atas program penanaman pohon yang masif.
“Hingga saat ini, kami telah menanam sekitar 332.000 pohon, yang terdiri dari tanaman kekayuan dan tanaman komoditas. Langkah ini merupakan hasil kerja sama erat dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Perkebunan dan arahan langsung dari Gubernur,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti keberhasilan pemulihan lahan di beberapa titik kritis, seperti di Kebun Gunung Mas dan Ciater. Di Gunung Mas, area yang sebelumnya merupakan pemukiman pedagang liar kini telah berhasil dihijaukan kembali. Begitu pula dengan wilayah Ciater yang kini telah menjalani proses pembersihan dan penataan ulang untuk mengembalikan fungsi ekologisnya.
Wahdian menekankan bahwa tantangan terbesar ke depan adalah memastikan program pelestarian ini bersifat berkelanjutan (sustain). Ia berharap para pakar di FPHJ terus memberikan masukan, baik dari aspek teknis lingkungan maupun aspek legalitas hukum agar upaya pelestarian tetap berjalan selaras dengan regulasi yang berlaku.
“Harapan kita adalah kelestarian alam yang berkesinambungan. Kolaborasi antar-instansi, pemerintah, BUMN, dan komunitas adalah kunci utama untuk memastikan lingkungan kita tetap terjaga untuk generasi mendatang,” pungkasnya.







