Porosmedia.com, Bandung – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, gelombang kolaborasi kemanusiaan kembali mewarnai Kota Kembang. Melalui inisiatif bertajuk “Ramadhan Impact 2026”, sejumlah elemen pemuda yang terdiri dari Relawan Gesit Kota Bandung, Viking Persib Club, dan Connecting Bandung Community resmi bersinergi untuk menebar kemanfaatan di tengah masyarakat.
Inisiatif ini hadir bukan sekadar sebagai kegiatan rutin berbagi, melainkan sebagai manifestasi persatuan pemuda Bandung dalam menjaga harmoni kota. Salah satu poin krusial dalam gerakan tahun ini adalah aksi “Borong Takjil UMKM”.
”Misi kami mencakup aksi nyata bagi pelaku usaha lokal. Kami ingin memastikan roda ekonomi pedagang kecil terus berputar dengan memborong dagangan mereka, yang kemudian dibagikan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Febrian Adisukma Tasripin Ketua Relawan Gesit Bandung dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026) dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi.
Kata Febrian, Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk menghadirkan kehangatan sosial sekaligus memberikan dukungan konkret terhadap perjuangan para pelaku usaha mikro di Bandung. Semangat “Bandung Tetap Biru” diusung sebagai simbol kesejukan hati dan tingginya rasa kepedulian warga kota.
Lanjut, Febrian Adisukma Tasripin, menekankan bahwa kekuatan utama dari gerakan ini adalah ketulusan dan rasa kekeluargaan. Menurutnya, Relawan Gesit bukan sekadar perkumpulan formal, melainkan ruang bagi individu yang disatukan oleh empati.
”Harapan saya, Relawan Gesit Kota Bandung terus konsisten menjadi wadah yang sehat bagi siapa pun yang ingin berbuat baik. Gerakan ini tidak boleh berhenti di sini, melainkan harus terus tumbuh dan memberikan dampak nyata yang berkelanjutan,” tegas Febrian.
Senada dengan hal tersebut, Navisa Zahraidha dari Divisi Media & Creative Relawan Gesit Bandung, menyoroti pentingnya manajemen kegiatan yang efektif dan inovatif dalam setiap program bulanan yang dijalankan, baik secara mandiri maupun kolaborasi.
”Menjadi bagian dari pengurus adalah perjalanan penuh makna. Di sini kami belajar tentang esensi kepedulian hingga kerja sama tim. Ke depannya, kami berharap wadah ini konsisten menjadi tempat belajar bagi anak muda untuk mengasah empati dan meluncurkan program-program inovatif bagi kemanusiaan,” ungkap Navisa.
Program Ramadhan Impact 2026 diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan-gerakan serupa di masa depan, memperkuat posisi pemuda sebagai pilar utama dalam solusi permasalahan sosial dan ekonomi di Kota Bandung.







