Porosmedia.com, Bandung – 16 Mei 2026, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Nurul Arifin, menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan tema “Mengawal Demokrasi di Tengah Gempuran Sosial Media”. Acara yang berlangsung di SMKN 3 Kota Bandung pada Sabtu (16/5/2026) ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kader Pitaloka Distrik Kota Bandung.
Dalam pemaparannya, Nurul Arifin menyoroti peran ganda media sosial dalam ekosistem demokrasi modern.
Menurutnya, media sosial merupakan “pisau bermata dua” yang memiliki potensi besar sekaligus tantangan yang
tidak kalah berat bagi persatuan bangsa.
“Sisi positifnya, media sosial memperluas partisipasi publik dan memudahkan pengawasan terhadap kebijakan
pemerintah. Namun, jika disalahgunakan, ia bisa merusak persatuan masyarakat melalui hoaks dan polarisasi,” ujar Nurul di hadapan para peserta.
Nurul menekankan bahwa pemahaman terhadap 4 Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika)
menjadi filter utama bagi masyarakat dalam menyaring informasi yang beredar di ruang digital. Ia mengajak para peserta untuk menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan bertanggung jawab demi menjaga stabilitas demokrasi.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Pitaloka Distrik Kota Bandung, Ibu Komala Putri. Kehadirannya beserta
jajaran pengurus menunjukkan komitmen organisasi sayap perempuan ini dalam mengawal nilai-nilai kebangsaan di tingkat akar rumput.
Ibu Komala Putri menyampaikan apresiasinya atas inisiatif sosialisasi ini. Menurutnya, literasi digital dan
pemahaman ideologi bangsa sangat krusial, khususnya bagi kaum perempuan yang seringkali menjadi pilar pendidikan dalam keluarga.
Kegiatan yang berlangsung di aula SMKN 3 Kota Bandung ini berjalan dengan khidmat dan interaktif. Selain
mendengarkan paparan materi, para peserta juga berkesempatan melakukan sesi tanya jawab terkait isu-isu terkini
mengenai perkembangan politik dan sosial di Indonesia.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, pengurus Pitaloka, dan peserta sebagai simbol soliditas
dalam menjaga keutuhan NKRI di era digital.







