Porosmedia.com – Indonesia bukan hanya dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, tetapi juga memiliki warisan peradaban Islam yang tercermin dalam keberadaan masjid-masjid tua. Sebagian di antaranya bahkan berdiri sejak awal masuknya Islam ke Nusantara. Masjid-masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan juga simbol sejarah, budaya, dan perjalanan dakwah yang panjang.
Berikut adalah sejumlah masjid yang kerap disebut sebagai yang tertua di Indonesia, masing-masing dengan keunikan arsitektur dan kisah sejarahnya.
Masjid Saka Tunggal, Banyumas, Jawa Tengah
Masjid ini didirikan oleh Kyai Mustolih pada tahun 1288 Masehi. Nama “Saka Tunggal” merujuk pada satu tiang penyangga utama yang menopang bangunan. Keberadaan masjid ini menunjukkan jejak awal penyebaran Islam di wilayah Jawa, jauh sebelum berdirinya kerajaan Islam besar di tanah air.
Masjid Agung Demak, Jawa Tengah
Didirikan oleh Raden Patah pada abad ke-15, Masjid Agung Demak menjadi salah satu ikon Islam di Jawa. Arsitekturnya khas, dengan atap tumpang tiga yang melambangkan iman, Islam, dan ihsan. Salah satu tiang penyangga masjid, yang dikenal sebagai “soko tatal”, tersusun dari potongan-potongan kayu yang dipersatukan—sebuah simbol persatuan umat.
Masjid Wapauwe, Maluku Tengah
Berdiri sejak tahun 1414 di Desa Wawane, masjid ini dikenal sebagai masjid tertua di kawasan timur Indonesia. Uniknya, Masjid Wapauwe beberapa kali dipindahkan karena faktor alam dan konflik. Pada tahun 1618 dipindahkan ke Desa Wakal, lalu pada 1664 ke lokasi sekarang. Keberadaannya menjadi bukti kuat bagaimana Islam telah berakar di Maluku sejak abad ke-15.
Masjid Agung Banten, Banten
Masjid ini dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin pada tahun 1560, seiring dengan berkembangnya Kesultanan Banten. Arsitekturnya menawan karena memadukan gaya Jawa, Cina, dan Eropa. Atap berbentuk tumpang lima melambangkan ketinggian spiritual, sementara menaranya yang menyerupai mercusuar dirancang oleh arsitek Belanda, Hendrik Lucas Cardeel. Perpaduan budaya ini mencerminkan keterbukaan Islam di Nusantara.
Masjid Tua Palopo, Sulawesi Selatan
Masjid Tua Palopo berdiri sejak tahun 1604 atas prakarsa Datu Sulaiman, seorang ulama Minangkabau yang menyebarkan Islam di Sulawesi Selatan. Bangunan ini menampilkan arsitektur tradisional dengan dinding bata dan atap kayu yang kokoh, memperlihatkan kekuatan lokal yang berpadu dengan semangat Islam.
Warisan yang Harus Dijaga
Keberadaan masjid-masjid tua ini membuktikan bahwa Islam hadir di Nusantara tidak hanya sebagai agama, tetapi juga sebagai kekuatan budaya dan peradaban. Setiap masjid menyimpan cerita tentang dakwah, persatuan, dan akulturasi budaya.
Di tengah modernisasi, pelestarian masjid bersejarah menjadi penting, bukan hanya demi menjaga bangunan fisiknya, tetapi juga agar generasi mendatang tetap dapat merasakan denyut sejarah yang pernah hidup di tanah air.







