Porosmedia.com – Dalam lambang negara Garuda Pancasila, tertera semboyan “Bhinneka Tunggal Ika.”
Frasa ini berasal dari Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular pada masa Kerajaan Majapahit. Ungkapan lengkapnya berbunyi:
“Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa”
yang bermakna: “Berbeda-beda tetapi tetap satu jua, tiada kebenaran yang mendua.”
Makna luhur tersebut mengajarkan persatuan di tengah keberagaman bangsa. Dalam dimensi spiritual, ia juga dapat dipahami bahwa walau umat beragama memiliki jalan ibadah yang berbeda, hakikatnya tetap menuju pada satu tujuan ketuhanan yang esa.
Inilah salah satu bentuk “Kesaktian Pancasila” yang sering luput dari kesadaran kita, bahwa di dalamnya tersirat pesan keagungan persatuan, keadilan, dan ketauhidan bangsa Indonesia.
Irom | Porosmedia







