Keren! Iwan Pandji: Pakar Metalurgi Sulap Limbah Elektronik Menjadi Perhiasan Bernilai Tinggi

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung –  Isu kelestarian alam dan pengelolaan limbah elektronik (e-waste) kini mendapatkan solusi konkret melalui tangan dingin Pakar Metalurgi, Kang Iwan Pandji (KIP) yang menyulap limbah elektronik menjadi perhiasan bernilai tinggi para pelaku UMKM di Kota Kembang. Panaloi Jewelry Bandung (PJB), sebuah wadah kreatif yang diinisiasi oleh alumni SMP Negeri 14 Bandung, memperkenalkan terobosan baru di dunia perhiasan melalui konsep Urban Mining.

​Berbeda dengan industri perhiasan konvensional yang mengandalkan hasil tambang bumi, PJB memfokuskan produksinya pada ekstraksi logam berharga dari limbah elektronik. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan sekaligus upaya meningkatkan nilai tambah material sisa yang selama ini dianggap sebagai sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

​Ditemui dalam sebuah kegiatan sosialisasi di kawasan Braga, Kang Iwan Pandji perwakilan PJB yang juga merupakan alumni SMPN 14 Bandung menjelaskan bahwa proses ini merupakan masa depan industri perhiasan.

​”Kita tahu kekayaan tambang suatu saat akan habis. Urban mining atau menambang di perkotaan melalui limbah elektronik adalah alternatif yang nyata. Kami memisahkan logam-logam tertentu dengan proses khusus untuk menghasilkan material yang masuk kriteria perhiasan elegan,” ujar Iwan Pandji

Baca juga:  Awal Tahun 2024, Sri Mulyani Lantik 117 Pejabat

Kata Iwan Pandji, PJB tidak hanya berperan sebagai produsen, namun juga bertindak sebagai konsultan di bidang pengelolaan limbah, memastikan bahwa setiap proses produksi sejalan dengan regulasi kementerian terkait.

​PJB juga, kata Iwan, memamerkan berbagai koleksi yang membuktikan bahwa material daur ulang mampu bersaing di pasar premium. Beberapa produk unggulannya meliputi:

Passion Jewelry: Perhiasan berbasis tembaga (Cu) hasil ekstraksi limbah yang dilapisi emas, perak, atau rhodium.

Koleksi Perak 925: Menggunakan standar internasional perak 925 yang dipadukan dengan white gold alloy dari limbah, dipercantik dengan batu Zirconium berkualitas tinggi.

Pin Eksklusif “Yellow Alloy Gold”: Produk yang menyasar kolektor dan instansi, menggunakan teknik enamel khusus agar warna tidak memudar. Pin ini diproses dengan sentuhan ilmu perhiasan tingkat tinggi, menjadikannya suvenir mewah bagi para pejabat hingga pendukung fanatik olahraga (Bobotoh).

​Salah satu produk pin unggulan bahkan dibanderol seharga Rp 750.000, sebuah harga yang merefleksikan kerumitan teknik dan nilai filosofis di baliknya. “Ini bukan sekadar pin, tapi karya seni yang disentuh dengan teknik perhiasan murni,” tambah Iwan Pandji.

Baca juga:  Ketika Banteng Makan Buah Simalakama : Akhirnya PDIP memilih calonnya sendiri

​Selain aspek bisnis dan lingkungan, lanjut Iwan Pandji, PJB membawa misi sosial yang kuat. Dengan moto “Dari 14, Oleh 14, Untuk 14”, wadah ini menjadi tempat kolaborasi bagi para alumni SMPN 14 Bandung untuk berdaya bersama di sektor UMKM.

​Melalui kehadirannya di berbagai event masyarakat, PJB berkomitmen untuk terus mengedukasi publik bahwa gaya hidup mewah dan kecintaan terhadap alam bisa berjalan beriringan melalui produk ramah lingkungan.

​Bagi masyarakat yang ingin melihat langsung koleksi perhiasan inovatif ini, Panaloi Jewelry Bandung terus aktif melakukan sosialisasi di berbagai pusat kegiatan masyarakat di Bandung, membawa pesan bahwa masa depan bumi ada di tangan kita sendiri—bahkan bisa dimulai dari sekeping limbah elektronik.