Kematian Akal Sehat di Bandung Zoo: Mengabaikan Profesional, Menjemput Husnul Khotimah

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Jumlah anggota DPR – RI periode 2024 – 2029 berjumlah 580 orang, masing – masing partai berjuang agar sebanyak mungkin anggotanya bisa duduk mrnjadi anggota DPR – RI, dengan demikian keputusan bisa di dominan oleh partainya.

Posisi partai yang terbanyak anggotanya periode 2024 – 2029 adalah :

1. PDI Perjuangan 110 orang.

2. Golkar 102 orang.

3. Gerindra 86 orang.

4. Nasdem 69 orang.

5. PKB PKB 68 orang.

6. PKS 53 orang.

7. Demokrat 44 orang.

Selain jumlah anggota sebanyak mungkin, lasimnya semua partai berkeinginan berada di posisi tiga besar, minimal di lima besar, karena di luar itu perannya kecil.

Posisi ketua DPR – RI Puan Maharani (PDI Perjuangan).
Posisi wakil ketua sesuai urutan jumlah anggota, di jabat oleh anggota partai Golkar, Gerindra, Nasdem dan PKB.

Kasus Bandung Zoo butuh peran Komisi III DPR – RI ketuanya Habiburokhman (Gerindra) dan Komisi IV DPR – RI ketuanya Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto).

Baca juga:  Renville: Ketika Kedaulatan Digadaikan di Atas Geladak Asing

Oleh sebab itu Apecsi audiensi dengan Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri M.S ketua Fraksi PDI Perjuangan di Komisi IV DPR – RI.

Tujuannya agar mendapat atensi dari partai oposisi yang memiliki jumlah anggota terbanyak di DPR – RI, dengan demikian kasus Bandung Zoo akan lebih punya harapan di bawa ke rapat Fraksi kemudian di ajukan untuk di bahas di rapat Komisi.

Namun upaya yang di lakukan Apecsi bertepuk sebelah tangan, pihak Bandung Zoo yang di ajak audiensi baru tiba pukul 11.30 dari waktu yang di sediakan pukul 10.00.

Karena Apecsi memang tidak memiliki anggaran operasional, akibatnya Ir. Sudarmadji bidang hukum dan perundangan Apecsi yang mantan kepala bagian peraturan dan undang – undang Kemenhut juga gagal mengikuti audiensi karena terlambat di jemput.

Akhirnya audiensi hanya di hadiri seorang perwakilan Apecsi dan diminta bersurat ke Ketua Komisi IV DPR – RI dan akan di kawal oleh Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri M.S.

Baca juga:  Kasad Dampingi Wapres Pastikan Program Pemerintah Menyentuh Masyarakat Papua

Namun surat yang di butuhkan di abaikan oleh pihak Bandung Zoo, tidak pernah di buat bahkan komunikasi saja tidak pernah.

Hal serupa sama saat Apecsi selesai audiensi dengan Kapolda dan wakapolda Jabar hingga Police Line di buka, tidak pernah ada komunikasi dan koordinasi dengan Apecsi.

Terakhir pihak Bandung Zoo ramai – ramai audiensi ke BAM (Badan Aspirasi Msdyarakat) DPR – RI. Tugas dan fungsi BAM adalah menampung semua aspirasi masyarakat, kemudian di komisi terkait, bila ada fraksi yang tertarik di komisi terkait baru di bahas di rapat fraksi.

Bila di rasa perlu baru di bawa ke rapat komisi, dan sering kali kandas di tengah jalan kecuali kasusnya memang menjadi perhatian publik, apa lagi melalui anggota DPR – RI yang partainya tidak dominan.

Oleh sebab itu timbul istilah, di antar lewat jalan Tol tapi memilih lewat jalan kampung. Kondisi sakit parah di ICU di tangani oleh dokter specialis tapi pilih berobat ke dukun pakai cara klenik dan tradisional.

Baca juga:  Silaturahmi Yayasan Ksatria Helang Wirabuana 86 ke MAN 1 Kabupaten Bandung Bahas Penguatan Kolaborasi dan Isu Strategis Pendidikan

Membedakan antara status Kawasan Konservasi dengan status Ijin Lembaga Konservasi saja tidak ada yang paham.

Di sini Apecsi mawas diri dan merasa tidak di butuhkan keberadaan dan upayanya.

Inna lilahi Wa Inna Illaihi !
Selamat jalan Bandung Zoo, semoga husnul khotimah !

 

Sudrajat| Porosmedia