Jangan Terjebak Adu Domba Isu SARA: Waspadai Strategi Pecah Belah terhadap Umat dan Bangsa

Avatar photo

Oleh: Irom|Porosmedia.com

Porosmedia.com – Rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, jangan mudah diadu domba oleh berbagai isu berbasis SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Isu-isu tersebut kerap kali dimanfaatkan oleh kekuatan eksternal sebagai strategi melemahkan persatuan dan stabilitas nasional.

Mari Bijak Membaca Sejarah

Cermati Kerusuhan Antar Ormas Islam di Pemalang

Kerusuhan dan konflik horizontal bukanlah hal baru dalam sejarah Indonesia maupun dunia Islam. Umat Islam Indonesia mesti mewaspadai peran “proxy asing” yang menyusup dan menghembuskan narasi-narasi destruktif untuk memecah belah kekuatan umat dari dalam.

Perbanyaklah literasi dan wawasan dalam tiga dimensi penting:
✅ Geopolitik
✅ Geostrategi
✅ Geoekonomi

Berantas Kebodohan, Perangi Kemiskinan

Kebodohan dan kemiskinan adalah dua senjata ampuh yang terus dimanfaatkan oleh aktor-aktor global dalam menundukkan kekuatan umat. Oleh karena itu, umat Islam Indonesia harus bersatu, memperkuat pendidikan dan ekonomi, serta menghindari politik identitas yang sempit.

Bangun Soliditas Nasional

Wahai umat Islam Indonesia, mari bangun solidaritas lintas suku, agama, dan ras. Persatuan kita adalah fondasi kekuatan bangsa untuk menjadi negara maju dan berdaulat di tengah persaingan global.

Baca juga:  KPPU Temui Jokowi di Solo, Dorong Percepatan Amandemen UU Persaingan Usaha

JAS MERAH: Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah

Ingatlah sosok Christiaan Snouck Hurgronje, seorang orientalis Belanda yang berpura-pura memeluk Islam demi menjalankan misi intelijen kolonial.

Dalam konteks kekinian, kita melihat fenomena serupa. Salah satu contoh adalah Al-Joulani, tokoh militan yang menguasai Suriah lewat isu agama dan diketahui memiliki keterkaitan dengan kepentingan Zionis.

Jangan lupakan pula fakta bahwa kelompok ISIS dibentuk dan didanai oleh Amerika Serikat dan sekutunya dengan tujuan melemahkan kekuatan Islam, terutama di kawasan Timur Tengah.

Pahami dan waspadai siapa saja pendukung ISIS di Indonesia, baik langsung maupun tidak langsung. Jangan sampai kita menjadi bagian dari rencana besar penghancuran umat secara perlahan.

Strategi Musuh: Kuasai Bahasa, Pahami Islam, Kuasai Narasi

Badan intelijen militer Israel (AMAN) secara sistematis membina kader dan agen dengan kemampuan bahasa Arab serta pengetahuan mendalam tentang Islam. Tujuannya jelas: menyusup, memecah, dan menciptakan kegaduhan dari dalam.

Mereka bekerja secara sistematis, terstruktur, dan terorganisir.

Waspadalah!

Musuh-musuh Islam dan bangsa Indonesia telah lama memahami bahwa memecah umat melalui isu mahzab (Sunni, Syiah, dan lainnya) adalah strategi utama. Perpecahan umat menjadi jaminan keamanan dan dominasi kekuatan asing, terutama bagi Israel dan sekutunya.

Baca juga:  Peringatan Hari Ayah 2025: Farhan Tekankan Peran Ayah yang Tidak Tergantikan di Era Digital

Jangan Terprovokasi

Konflik horizontal, termasuk kerusuhan antar ormas Islam seperti yang terjadi di Pemalang, adalah bagian dari skenario besar untuk menciptakan instabilitas sosial.

Rakyat Indonesia, waspadalah terhadap:

Tokoh agama yang menyebarkan kebencian atas nama agama;

Politisi atau partai yang mengeksploitasi isu agama dan SARA untuk kepentingan elektoral;

Narasi provokatif yang tidak berdasar, yang menyusup melalui media sosial dan kanal digital.

Catatan Penting

AMAN (Military Intelligence Directorate) adalah badan intelijen militer utama Israel yang dibentuk pada 1950.

Unit 8200, salah satu unit paling canggih dalam AMAN, bertugas mengumpulkan intelijen sinyal dan melakukan operasi kriptografi serta infiltrasi digital.

 

Bersatu adalah harga mati. Persatuan adalah kekuatan. Literasi adalah senjata utama umat.