Jangan Jadi Kendor, Bila Ada ‘Dua Matahari’ Di Pemkot Bandung

Jajat Sudrajat

Porosmesia.com – pemerintahan Kota Bandung nampak adem ayem. teryata setelah dicari tahu dan beberapa kabar dan isu yang kami dapat, diketahui riak didalam management sistem alur Pemerintahan kota Bandung ada ‘dua matahari’.

Pasalnya ada dua posisi yang memiliki otoritas pemegang atau pemangku kekuasaan  yang kurang tangkas mengatur secara signifikan pola pemerintahan yang seutuhnya.

Usut demi usut, mencari tahu. Selayaknya keputusan ada pada penentu kebijakan yang memiliki hak penuh kalaupun pada posisi Plt ( Pelaksana Tugas) yang berlaku semenjak ditunjuk pada tangal 10 Desember 2022.

Kini, sampai 3 bulan masa jabatannya sebagai Plt Walikota Bandung terkesan jangan menunggu waktu habis. Ingat, jabatan Wakil Walikota masih melekat di tubuhya.

Karena itu, saya menganggap akan banyak oknum dan pemain politik yang mengambil kesempatan baik untuk memainkan intrument politik. Minimal jangan bermain ‘bola panas’ jika tidak mengerti profesionalitas, sistem managerial pemerintahan dan undang undang yang berlaku.

Situasi dan kondisi sekarang di Pemkot Bandung di miliki dua buah kekuasaan paska Walikota meninggal., Yakni Sekda dan Wakil Walikota. Dan mereka sangat mudah untuk menempuh hasrat menjadi Wali Kota kedepan di Kota Bandung.

Baca juga:  Tips dan Trik Merawat Kucing di Musim Hujan

“Boleh saja”, tapi ada mekanisme. Sebab roda pemerintahan dan melayani masyarakat kota Bandung harus berjalan terus sesuai SOP (Standar Operasional & Prosedurs) disini juga jangan dijadikan ajang kesempatan.

Layaknya dua pimpinan ini sama-sama benahi Tupoksi sekaligus memonitor, mengontrol agar Kota Bandung lebih maju. Bukan saling sikut mengikuti dan lupa tugas sebenarnya.

Bersainglah secara sehat. Sebab masyarakat Kota Bandung butuh bukti dalam membangun bukan janji palsu.

peran DPRD juga dibutuhkan untuk mengawasi secara politis. Begitu juga Organisasi kemasyarakatan, para akademisi ya g memiliki pikiran kritis.

Saya berharap, Plt Walikota dengan haknya memangil semua lini yang berkopenten. Duduk bersama meminta masukan dan pandangan agar tidak ada kebijakan yang salah langkah.

Bukan hanya itu, berikan legasi dan karya bagi masyarakat Kota Bandung.
Jauhi pesan dan kesan yang memiliki  kepentingan personality atau memperkaya diri.

Jalani rasa saling menghormati dan ikuti aturan yang berlaku.  jangan memiliki sifat otoriter dalam rumah tangga pemerintahan. Baik dalam memimpin bawahan atau melayani atasan. Ingat, Kota Bandung harus jauh dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Baca juga:  Dasein, Toleransi dan Geopolitik

Berlombalah secara sehat. Jadikan Kota Bandung sebagai perintis, pembaharu, penggagas agar memiliki cipta karya yang dihargai tingkat nasional dan internasional.

Pegamat Kota bandung
R. Wempy Syam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *