Menilik Estafet Perjuangan Trah ASMA Abdul Jabar Menuju Indonesia Emas 2045

Avatar photo

Porosmedia.com – Semangat perjuangan kemerdekaan tahun 1945 kini bertransformasi menjadi gerakan pembangunan peradaban global. Melalui Ikatan Keluarga Besar (IKB) ASMA Garuda Merah Putih, cita-cita luhur para pendahulu diselaraskan kembali guna menyongsong visi besar peradaban menuju Indonesia Emas 2045.

​Narasumber Sekjen IKB ASMA Garuda Merah Putih, Tubagus Wijaya, SE,.MBA.,MP.,CFA.,CWC,. menjelaskan bahwa program Indonesia Emas ini merupakan kelanjutan estafet perjuangan dan dedikasi dari para Putra ASMA Abdul Jabar. Gerakan historis tersebut awalnya dipimpin oleh ulama karismatik KH Mama Amilin Abdul Jabbar (Mama Amilin) bersama KH. Muhammad Syakur (Mama Empuy).

​”Mama Empuy berperan sebagai salah satu tiang utama yang menjadi support system bagi Mama Amilin dalam penyebaran ajaran Tauhiid Asma Abdul Jabbar yang kini telah meluas,” ujar Tubagus Wijaya saat memaparkan landasan historis organisasi, Rabu (8/7/2026) di Dayeuhkolot, Kab. Bandung, disela kesibukannya.

​Rekam Jejak Sejarah dan Kontribusi Kebangsaan

​Berdasarkan catatan sejarah organisasi, pada masa pergerakan, keluarga besar dari trah Mama Empuy bertindak sebagai pelindung, pendukung, sekaligus pengelola sumber daya finansial maupun manusia di lapangan. Pasca-kemerdekaan, trah ini menjadi penghubung antara para putra ASMA dengan negara, di mana banyak anggota keluarga yang kemudian mengabdi dan berkarir di tubuh TNI dan Polri hingga saat ini.

Baca juga:  Ulang Janji Pramuka Kota Bandung: Meneguhkan Komitmen, Mengobarkan Semangat Pengabdian

​Sebagai bentuk dedikasi, pihak keluarga juga telah mewakafkan tanah untuk pemakaman jasad Mama Amilin beserta istri dan tokoh-tokoh ASMA lainnya. Di lokasi makam tersebut kini berdiri Masjid Al-Makmur Baitul Jabbar yang menjadi pusat ziarah masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia.

​Profil Mama Amilin sendiri dikenal luas sebagai ulama yang aktif menyiarkan ajaran Tauhid di wilayah Garut dan Bandung. Pada tahun 1945, beliau memimpin pasukan Gelang Merah menentang kolonialisme Belanda, ikut hijrah ke Yogyakarta pada 1946, serta aktif dalam organisasi perintis pasca-kemerdekaan. Di antaranya menjabat sebagai Ketua Penasehat UKP per RI (1952) dan Ketua Penasehat Perintis Irian Barat (1959). Dalam catatan sejarahnya, beliau juga turut terlibat dalam diskusi dengan Presiden Soekarno dan dipandang sebagai salah satu pencetus lambang Garuda Pancasila.

​Struktur dan Manifesto 5 Pilar Indonesia Emas

​Tubagus Wijaya memaparkan bahwa IKB ASMA Garuda Merah Putih bertindak sebagai wadah tertinggi yang menaungi seluruh elemen pelaksana operasional program. Visi utama organisasi adalah membangun Peradaban ASMA Garuda Merah Putih, dengan misi menjadi inkubasi peradaban demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Baca juga:  Penuhi Janji, Kapolri Jenguk Sinta Aulia Anak yang Sakit Tumor Kaki

​”Semangat para Putra ASMA Abdul Jabar dalam mendukung kemerdekaan kini diwujudkan dalam program peradaban segenap bangsa secara global agar terbentuk Al-Makmur Baitul Jabbar,” jelasnya.

​Untuk mencapai visi tersebut, organisasi menetapkan empat misi utama:

  1. ​Membentuk suatu sistem yang melindungi segenap bangsa.
  2. ​Memajukan kesejahteraan segenap bangsa.
  3. ​Mencerdaskan kehidupan bangsa baik secara spiritual, emosional, intelektual, maupun vokasional.
  4. ​Membina segenap bangsa melalui 5-Pilar Program Indonesia Emas demi terlaksananya ketertiban dan keadilan sosial.

​Secara struktural, organisasi ini mengadopsi sistem nilai di mana kepemimpinan tertinggi berada di tangan Hukum ASMA. Sementara fungsi administrasi dan operasional dipimpin secara sentral oleh seorang Sekretaris Jenderal (Sekjen) Nasional.

​Pembagian Kerja Elemen Pelaksana

​Guna mengoptimalkan jalannya program, organisasi membagi wilayah kerja ke dalam empat elemen keluarga pelaksana yang diidentifikasi melalui warna:

  • Keluarga Garuda Hijau: Berfokus pada Pilar 1 (Bina Karakter) dan Pilar 2 (Bina Saudara) sebagai penggerak moral, spiritual, serta inisiatif perbaikan infrastruktur.
  • Keluarga Garuda Merah: Berfokus pada Pilar 3 (Bina Sinergi) yang bertanggung jawab atas pemberdayaan ekonomi, pelatihan vokasional, dan pendampingan usaha masyarakat.
  • Keluarga Garuda Kuning: Berfokus pada Pilar 4 (Bina Dana) dan Pilar 5 (Bina Pasar) untuk mengelola keuangan serta pemasaran produk hingga tingkat internasional.
  • Keluarga Garuda Hitam: Berfokus pada pengawalan, ketertiban, dan keadilan sosial, bertindak sebagai pengawas internal untuk menjamin integritas pelaksanaan pilar-pilar organisasi.
Baca juga:  Mama Amilin Abdul Jabbar: Ulama Visioner dari Tatar Sunda yang Mewarnai Sejarah Bangsa

​Sebagai penutup, Tubagus Wijaya menegaskan manifesto gerakan ini yang mengusung prinsip “Solusi 1001 Permaksudan” dengan fondasi utama keselamatan dunia dan akhirat. Program ini dirancang untuk memfasilitasi berbagai jenjang profesi, mulai dari pekerja (karir yang berkah), profesi (keahlian yang bermanfaat), pengusaha (bisnis yang bertumbuh), hingga investor (aset yang membawa manfaat).

​”Setiap permaksudan besar dimulai dari satu langkah yang benar. Kami bergerak dalam satu barisan, seribu solusi, menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (PM/Red)

AGMP PROFILE