Inovasi “PESTA” Hadir di Perumahan Griya Telaga Permai Cilangkap Depok

Solusi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan Tanpa Asap

Avatar photo

Porosmedia.com, Depok – Warga Perumahan Griya Telaga Permai RW 19, Kelurahan Cilangkap, Kota Depok, meluncurkan inovasi baru dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Mereka memperkenalkan PESTA (Pembakaran Sampah Tanpa Asap), sebuah alat pembakar sampah (incinerator) ramah lingkungan yang mampu mengurangi volume sampah secara signifikan tanpa menimbulkan polusi asap.

Alat yang diberi nama Wastaincenerator ini merupakan hasil gagasan Ketua RW 19, Yuris Macfud, bersama pengurus Bank Sampah RW 19 yang diketuai Zakira. PESTA hadir sebagai solusi atas permasalahan penumpukan sampah rumah tangga yang selama ini menjadi tantangan bersama masyarakat dan pemerintah.

“Alat ini berfungsi mengurai asap dari hasil pembakaran sampah. Dengan kapasitas satu tangki mencapai 200 kilogram sekali pembakaran, PESTA mampu membantu warga mengurangi ketergantungan pada pengangkutan sampah ke TPA Cipayung,” jelas Yuris Macfud, Minggu (17/8/2025).

Inovasi ini dapat terwujud berkat kolaborasi warga dengan PT Bumi Alam Jati. Dengan memanfaatkan sistem sirkulasi udara optimal dan suhu pembakaran tinggi, asap maupun bau dari proses pembakaran dapat diminimalisir. Hal ini menjadikan prosesnya lebih ramah lingkungan serta tidak menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga sekitar.

Baca juga:  Sejumlah Jurlnalis Online Mengaku Dilarang Masuk Pendopo Kota Bandung, Pertanyakan Transparansi dan Kebebasan Pers

Tokoh masyarakat setempat menyambut positif hadirnya PESTA. “Selama ini warga khawatir dengan asap saat membakar sampah, tapi dengan alat ini masalah tersebut bisa teratasi. Kami sangat antusias karena ini menjadi alternatif pengelolaan sampah yang praktis, sehat, dan berkelanjutan,” ujar salah satu tokoh warga.

Senada dengan itu, Zakira, Ketua Bank Sampah RW 19, menegaskan bahwa PESTA bukan hanya sekadar alat, tetapi juga bentuk inovasi yang mendukung kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Selain mengurangi polusi udara, inovasi ini menjaga kualitas lingkungan, mencegah gangguan pernapasan akibat asap, sekaligus mengurangi beban TPA. Kami berharap PESTA bisa menginspirasi generasi muda untuk terus menghadirkan solusi kreatif di bidang lingkungan,” ungkapnya.

Dengan biaya pembuatan sekitar Rp7 juta per unit, PESTA diharapkan dapat dikembangkan lebih luas sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di berbagai wilayah.

“Ini adalah contoh nyata bahwa inovasi sederhana dari lingkungan warga mampu memberikan manfaat besar, baik untuk kesehatan, kebersihan, maupun keberlanjutan kota,” tambah Yuris.

Tony Yusep | Porosmedia