Porosmedia.com, Bekasi – Menyambut hari jadi ke-31, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan mengawali rangkaian perayaan dengan menggelar aksi sosial santunan bagi janda lanjut usia (lansia) yang berprofesi sebagai pemulung. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Sanggar Humaniora, Perumahan Kranggan Permai, Jatisampurna, Kota Bekasi, Selasa (3/3/2026).
Langkah ini merupakan bentuk konsistensi lembaga nirlaba tersebut dalam mengadvokasi kelompok marginal yang sering luput dari perhatian publik.
Tahun ini, Yayasan Humaniora mengusung tema besar: “Karya Bakti Sisi Manusiawi Kita untuk Pemulung Anak, dan Anak Terlantar.” Tema tersebut bukan sekadar jargon, melainkan sebuah refleksi atas tanggung jawab sosial dan empati kolektif untuk melakukan proses “rehumanisasi” atau memanusiakan manusia melalui aksi nyata.
”Pernyataan ini mengandung makna mendalam mengenai tanggung jawab sosial dan aksi konkret. Kami mengajak semua pihak untuk bergerak melampaui rasa iba, menuju langkah nyata yang memperbaiki nasib anak-anak kurang beruntung,” tulis rilis resmi yayasan tersebut.
Rangkaian HUT Ke-31 ini akan mencapai puncaknya pada Jumat, 6 Maret 2026, yang bertepatan dengan 17 Ramadan 1447 H. Pada acara tasyakuran tersebut, fokus kepedulian akan diarahkan kepada: Anak jalanan dan pengamen anak. Pemulung anak dan anak-anak dari keluarga pemulung. Anak yatim piatu dan anak terlantar.
Berdiri sejak tahun 1995, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan telah menapak usia 31 tahun dalam dedikasinya di bidang sosial dan kemanusiaan. Melalui momentum ulang tahun ini, lembaga menegaskan kembali komitmennya untuk menjadi jembatan kebaikan bagi mereka yang berada di garis kemiskinan ekstrem.
Aksi sosial ini diharapkan mampu memantik kesadaran publik agar lebih peka terhadap dinamika sosial di lingkungan sekitar, khususnya dalam mendukung keberlangsungan hidup dan pendidikan anak-anak yang terpinggirkan.







