Persib Bandung dan Kebersamaan Warga: Mengurai Fenomena Sosial, Budaya, dan Etika Politik Olahraga

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Sepak bola di Kota Bandung tidak pernah sekadar menjadi cabang olahraga 90 menit di lapangan. Lebih dari itu, Persib Bandung telah menjelma menjadi nadi kehidupan sosial, simbol identitas kebudayaan Sunda, hingga penggerak ekonomi kerakyatan bagi warga Jawa Barat.

​Persib Bandung mencatatkan sejarah manis di jagat sepak bola tanah air. Prestasi konsisten serta fanatisme masif dari jutaan pendukungnya—yang akrab disapa Bobotoh—menjadikan setiap laga Maung Bandung selalu dinanti dan membawa dampak psikologis serta ekonomi yang nyata bagi warga kota.

​Menanggapi fenomena kultural dan sosial ini, Anggota DPRD Kota Bandung sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kota Bandung, Rendiana Awangga, S.Tr.Kom.Ak. S.I.P, yang akrab dipanggil Kang Awang, memberikan pandangan mendalam terkait bagaimana fenomena Persib membentuk kebersamaan warga serta bagaimana ranah politik seharusnya menyikapi industri olahraga secara bijak.

​Simbol Identitas, Kultural, dan Penggerak Ekonomi Kota

​Menurut Kang Awang—sapaan akrab Rendiana Awangga—cinta masyarakat terhadap Persib berakar dari warisan sejarah panjang yang diturunkan lintas generasi sejak 1933.

​”Persib adalah ruang perjumpaan kultural. Ketika Persib bertanding atau meraih kemenangan, perbedaan latar belakang sosial, ekonomi, hingga pandangan politik seketika melebur. Ada collective euphoria—kebahagiaan bersama yang menghidupkan suasana kota, mempererat tali silaturahmi, dan menumbuhkan rasa bangga sebagai warga Bandung,” ujar Kang Awang yang juga bertugas di Badan Musyawarah (Bamus) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bandung ini.

Baca juga:  Dua Puluh Satu Perupa Bandung Respon Persoalan Air Lewat Pameran Seni Rupa di DPKLTS

​Tak hanya aspek emosional, dampak positif dari ekosistem sepak bola ini dirasakan langsung oleh pelaku UMKM lokal. Penjualan merchandise, geliat industri kreatif apparel, hingga ramainya tempat-tempat kuliner dan kegiatan nonton bareng (nobar) terbukti menjadi daya dorong ekonomi kerakyatan yang signifikan di Bandung.

​Mengapa Laga Persib vs Persija Selalu Bergaung Masif?

​Mengenai rivalitas klasik antara Persib Bandung dan Persija Jakarta (El Clásico Indonesia), Kang Awang menilai bahwa gaung besar pertandingan ini lahir dari sejarah panjang, representasi dua pusat kebudayaan dan populasi terbesar di Jawa, serta besarnya magnet industri media.

​”Rivalitas di atas lapangan adalah bagian dari dinamika industri olahraga modern yang meningkatkan nilai komersial liga. Namun, hal terpenting yang harus selalu dijaga adalah sportivitas, keselamatan suporter, dan semangat persaudaraan. Rivalitas hanya ada selama 90 menit di lapangan, setelah itu kita tetap satu bangsa,” tegasnya.

​Etika Politik dan Olahraga: Mendukung Tanpa Mempolitisasi

​Memasuki pembahasan yang kerap menjadi sorotan publik mengenai kaitan antara politik dan olahraga, Kang Awang secara tegas menggarisbawahi batas etika yang harus dipatuhi oleh para politisi maupun partai politik.

Baca juga:  Satgas Yonif 323 Buaya Putih Bagikan Bibit Tanaman Kepada Warga

​Sebagai figur yang aktif di legislatif Kota Bandung dari Fraksi NasDem, beliau menekankan bahwa klub sepak bola dan komunitas suporter tidak boleh dijadikan alat politik praktis atau sarana mobilisasi suara.

​”Sepak bola dan Bobotoh adalah milik bersama seluruh warga Kota Bandung yang sangat heterogen. Tidak tepat dan berisiko memecah keharmonisan jika ada pihak yang mencoba menunggangi identitas klub demi kepentingan elektoral,” jelas Kang Awang.

​Namun demikian, beliau menambahkan bahwa peran lembaga politik dan legislatif tetap dibutuhkan dalam koridor politik kebijakan (policy-driven politics), seperti:

​Fasilitasi Ruang Kebersamaan Warga: Menyediakan wadah silaturahmi dan hiburan rakyat yang positif, seperti menggelar acara nonton bareng (nobar) di ruang publik atau sekretariat partai secara terbuka dan ramah warga.

​Dukungan Infrastruktur & Pembinaan: Mendorong alokasi anggaran dan kebijakan daerah untuk fasilitas olahraga publik serta pembinaan usia muda.

​Penguatan Industri Kreatif Lokal: Mendukung regulasi yang berpihak pada tumbuh kembangnya ekosistem UMKM di sekitar industri olahraga.

​Wadah Silaturahmi: Nobar Akbar di DPD NasDem Kota Bandung

Baca juga:  Membedah Arsitektur Kesejahteraan: Dari Retorika Pasal 28 Menuju Daulat Ekonomi Rakyat

​Sebagai bentuk nyata menghadirkan ruang kebersamaan yang positif bagi warga dan pencinta sepak bola lokal, DPD Partai NasDem Kota Bandung menggelar acara Nonton Bareng Laga Panas Persib vs Persija.

​Kegiatan ini dilaksanakan pada: ​Hari / Tanggal: Sabtu, 12 September 2026,  Waktu Kick Off: 15.30 WIB, ​Lokasi: Incubator Hall, DPD NasDem Kota Bandung, Jl. A.H. Nasution No. 27/319, Sindang Jaya, Kec. Mandalajati, Kota Bandung. ​Fasilitas: Terbuka untuk umum dengan beragam doorprize menarik bagi warga yang hadir.

​”Melalui agenda nobar ini, kita ingin merayakan kebersamaan warga Bandung dalam mendukung tim kesayangan dengan penuh kegembiraan, ketertiban, dan semangat persaudaraan,” tutup Rendiana Awangga.