Porosmedia.com, Bandung – Sebanyak 21 seniman rupa asal Kota Bandung menghadirkan refleksi artistik atas persoalan air melalui pameran bertajuk “Air dalam Perspektif Seni Rupa” yang digelar di Sekretariat Dewan Pemerhati Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS), Jalan Ahmad Yani No. 276, Kota Bandung.

Pameran ini menjadi ruang dialog kreatif yang mempertemukan seni rupa dengan isu lingkungan, khususnya air, yang kian relevan di tengah dinamika ekologis dan sosial masyarakat perkotaan. Melalui beragam medium dan pendekatan estetik, para perupa berupaya menghadirkan sudut pandang kritis, reflektif, sekaligus humanis.
Kurator pameran, Rahmat Jabbaril, menjelaskan bahwa karya-karya yang ditampilkan dibagi ke dalam tiga pendekatan estetik utama.
Pertama, pendekatan psikologis, yang memaknai air sebagai simbol batin, emosi, dan pengalaman personal. Pendekatan ini dihadirkan oleh para perupa: Wisnu, Eddy SWK, Mia Syarief, Nita Dewi, Ira Selina, Deni Wiradz, dan Chika.
Kedua, pendekatan ekologi-sosial, yang melihat air sebagai bagian tak terpisahkan dari relasi sosial, ruang hidup, dan dinamika masyarakat. Karya-karya dalam pendekatan ini ditampilkan oleh Ika Ismurdiyahwati, Vidya Sukma, Isma Najila, Nadhira Nur Rahman, Mazaya Azka Basilah, dan Erwin Erlangga.
Sementara pendekatan ketiga menempatkan air dalam konteks ekologi dan lingkungan, dengan fokus pada relasi manusia dan alam. Perspektif ini dihadirkan oleh Dini Destari, Dadan G., Beti Didin, Le Lie Yoeng, Tata Sutaryat, Yanti Darmayanti, dan Waryaman.
Dari sisi artistik, pameran ini menampilkan keragaman teknik, medium, dan eksplorasi visual yang memperkaya pengalaman apresiasi publik. Setiap karya hadir dengan karakter dan pendekatan yang berbeda, mencerminkan kebebasan berekspresi sekaligus keseriusan dalam merespons tema besar air.
Menurut kurator, pameran ini juga menjadi refleksi akhir tahun, ketika persoalan air kembali menjadi perhatian publik akibat berbagai peristiwa lingkungan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Melalui bahasa seni, para perupa menyampaikan kegelisahan, harapan, dan ajakan untuk lebih bijak dalam memperlakukan alam.
Pameran “Air dalam Perspektif Seni Rupa” dijadwalkan dibuka secara resmi pada Minggu, 14 Desember 2025, pukul 14.00 WIB, dan akan berlangsung hingga 28 Desember 2025. Selama pameran, juga digelar sejumlah agenda pendukung, termasuk workshop kreatif dan performance art.
Pameran ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat menjadi ruang edukasi, apresiasi seni, sekaligus refleksi bersama tentang pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Salam Budaya,
Rahmat Jabbaril
Kurator Pameran
“Air dalam Perspektif Seni Rupa”







