Universitas Tanri Abeng Cetak 237 Lulusan, Dorong Penguatan Technopreneurship dan Keberlanjutan

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Universitas Tanri Abeng (TAU) resmi mengukuhkan 237 lulusan dari jenjang sarjana dan magister dalam prosesi Wisuda Ke-XI di Jakarta, Sabtu (15/8/2026). Mengusung tema “Leading Future Excellence through Technopreneurship and Sustainability”, gelaran ini menegaskan komitmen institusi dalam melahirkan SDM yang adaptif, inovatif, serta siap membuka lapangan kerja di tengah percepatan transformasi nasional.

​Wisudawan berasal dari sepuluh program studi, meliputi Ilmu Administrasi Bisnis, Manajemen, Sistem Informasi, Teknik Informatika, Akuntansi, Arsitektur, Ilmu Komunikasi, Teknik Perminyakan, Teknik Sipil, hingga Magister Administrasi Bisnis. Selain capaian akademik, para lulusan dibekali penguatan kepemimpinan, kapabilitas digital, dan wawasan pembangunan berwawasan lingkungan.

​Agenda ini dihadiri Perwakilan Gubernur DKI Jakarta Prof. Ir. Firdaus Ali, M.Sc., Ph.D., Kepala LLDIKTI Wilayah III Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, SE., MA., jajaran Pembina Yayasan Pendidikan Anakkukang Emil Abeng dan Edwin Abeng, Ketua Yayasan Ridwan Rasyul, serta segenap civitas academica TAU.

Pesan Strategis Pemimpin & Akademisi

​Dalam pidato puncaknya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menggarisbawahi tiga fondasi penting bagi lulusan: Future Mindset, Learning Agility, dan Grit.

Baca juga:  Protes Keras, NUCircle Ingatkan Nadiem Tak Sebarkan Adegan Seksualitas di Sekolah

​Ia meyakini pesatnya adopsi teknologi seperti AI dan data science menuntut penguatan karakter serta integritas. Arif memaparkan bahwa Indeks Inovasi Global (GII) Indonesia melesat dari peringkat 85 (2020) ke peringkat 55 (2025), dengan target menuju posisi 49 pada 2029. Menurutnya, riset dan inovasi merupakan lokomotif utama peningkatan PDB per kapita secara berkelanjutan.

​Senada dengan hal tersebut, Hj. Himmatul Aliyah, S.Sos., M.Si. mendorong wisudawan untuk bertransformasi dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator). Peluang tersebut dinilai terbuka lebar seiring bergulirnya 13 proyek hilirisasi nasional tahap II bernilai Rp116 triliun, komitmen investasi hasil kunjungan bilateral Presiden senilai Rp575 triliun, serta target pengoperasian 30.000 koperasi desa hingga akhir 2026. Ia juga memaparkan ketersediaan 150.000 kuota Program Magang Nasional per Agustus 2026.

​Dari sudut pandang kebijakan riset, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman mengingatkan vitalnya penguatan deep tech dan jaringan inovasi global guna mengoptimalkan bonus demografi sebelum 2030. Untuk menembus target Indonesia Emas 2045, pertumbuhan ekonomi perlu didorong ke kisaran 5,4–5,5 persen per tahun, yang mana celah pertumbuhannya wajib ditutup melalui komersialisasi inovasi dan kerja cerdas berbasis ilmu pengetahuan.

Baca juga:  Peringatan Hari Ayah 2025: Farhan Tekankan Peran Ayah yang Tidak Tergantikan di Era Digital

Prinsip Triple Bottom Line & Peluncuran Talenta

​Rektor Universitas Tanri Abeng, Associate Prof. Dr. Suyanto, SE., S.Pd.I., MM., M.Ak., Ak., CA., menegaskan relevansi konsep Industry 5.0 yang menempatkan manusia dan kelestarian sebagai pusat kemajuan teknologi.

​”Setiap inovasi harus membawa dampak baik bagi keuntungan, manusia, dan lingkungan—inilah esensi dari triple bottom line yang harus dipegang teguh,” ujar Suyanto. Ia menambahkan bahwa kepemimpinan masa depan membutuhkan keseimbangan antara kecakapan analisis data dan empati sosial.

​Suasana prosesi wisuda turut diwarnai penampilan spesial Rani Zamala, penyanyi jebolan D’Academy 3 dan Runner Up D’Academy Asia 2, yang merupakan lulusan Program Sarjana Batch 15 Jurusan Ilmu Komunikasi TAU.

​Wisuda Ke-XI TAU menjadi pijakan konkret penyaluran SDM berkualitas tinggi. Melalui integrasi technopreneurship dan wawasan keberlanjutan, para alumni diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi daya saing bangsa di kancah global.