Porosmedia.com, Depok – Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Kota Depok, Arsyam Dwi, menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang jasa boga melalui Pelatihan dan Sertifikasi Pelaksana Penjamah Makanan (Professional Food Handler). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan industri jasa boga dalam memenuhi prinsip dasar keamanan pangan (Good Manufacturing Practice/GMP) sekaligus menuju penerapan standar internasional ISO 22000:2018 dan ISO 45001:2018.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Bank BJB Lantai 2, Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Selasa (7/7/2026),
dihadiri Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Ir. Widyati Riyandani, Ketua UMKM BJB Depok para pelaku usaha jasa boga, narasumber, serta peserta pelatihan yang berasal dari berbagai pelaku UMKM kuliner di Kota Depok.
Dalam sambutannya, Arsyam Dwi mengatakan bahwa tujuan utama pelatihan dan sertifikasi ini adalah meningkatkan kompetensi, legalitas, dan daya saing tenaga profesional di bidang tata boga, sehingga kemampuan mereka dapat diukur dan diakui secara resmi sesuai standar profesi yang ditetapkan negara.
Membuka secara resmi kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif APJI dalam meningkatkan kualitas pelaku usaha jasa boga di Kota Depok.
Menurut Widyati, keamanan pangan merupakan aspek yang tidak dapat ditawar karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.
“Makanan yang diproduksi pelaku usaha harus aman, sehat, dan layak dikonsumsi. Sertifikasi menjadi salah satu bentuk jaminan bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi standar keamanan pangan dan kesehatan. Hal ini tentu akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Depok akan terus mendorong seluruh pelaku usaha jasa boga agar memiliki legalitas usaha dan sertifikasi sesuai standar nasional maupun internasional. Saat ini APJI Kota Depok memiliki sekitar 350 anggota aktif, sementara potensi pelaku usaha jasa boga di Kota Depok diperkirakan mencapai sekitar 1.000 pelaku usaha.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi antara APJI, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta seluruh pemangku kepentingan agar semakin banyak pelaku usaha jasa boga yang memiliki sertifikasi dan mampu menghasilkan produk yang berkualitas serta berdaya saing,” pungkas Widyati.
Melalui pelatihan dan sertifikasi ini diharapkan lahir lebih banyak tenaga penjamah makanan yang profesional, mampu menerapkan standar keamanan pangan secara konsisten, serta menjadi motor penggerak peningkatan kualitas industri jasa boga di Kota Depok menuju pasar nasional maupun internasional.







