Farhan Ajak Warga Kolaborasi Kembalikan Kemegahan Masjid Agung Bandung

Avatar photo

Porosmedia.com, BandungWali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam merawat Masjid Agung Bandung. Ia berharap masjid ikonik tersebut kembali menjadi simbol kebanggaan warga yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga memancarkan cahaya kebersamaan.

​Hal tersebut disampaikan Farhan dalam agenda Safari Ramadan ke-2 di Masjid Agung Kota Bandung, Jumat (20/2/2026).

​Dalam sambutannya, Farhan menekankan bahwa pemeliharaan aset publik sebesar Masjid Agung—yang mampu menampung hingga 12.000 jemaah—idealnya tidak hanya bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

​Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dan para dermawan akan memberikan nilai keberkahan yang lebih luas dan rasa memiliki (sense of belonging) yang lebih kuat terhadap rumah ibadah.

​“Jangan hanya mengandalkan APBD. Jika semua dari anggaran pemerintah, maka esensi gotong royongnya berkurang. Untuk mengembalikan kemilau masjid ini, kita butuh dorongan bersama dari seluruh warga, bukan hanya kebijakan birokrasi,” ujar Farhan.

​Nuansa kebersamaan dalam Safari Ramadan kali ini tampak dari konsep buka puasa bersama yang mengusung tradisi Sunda, “botram”. Hidangan yang disajikan merupakan hasil partisipasi kolektif dari berbagai pihak dan masyarakat.

Baca juga:  Borosnya Biaya Operasional Pemkot Bandung: Antara Agenda Luar Negeri dan Janji Efisiensi

​”Siapa pun yang datang, silakan menikmati. Inilah wujud nyata inklusivitas di Bandung,” tambahnya.

​Selain soal fisik bangunan, Farhan juga menyoroti pentingnya kualitas spiritual warga Bandung. Ia menegaskan bahwa Kota Bandung harus menjadi barometer moderasi beragama yang cerdas dan berbasis ilmu pengetahuan.

Beragama dengan Ilmu: Menekankan pentingnya literasi agama agar terhindar dari fanatisme buta.

Inklusivitas: Menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi fanatisme sempit di Kota Bandung.

Keseimbangan Ibadah: Mengajak warga menjalani Ramadan dengan penuh ketenangan, tanpa perlu merasa tegang atau berlebihan saat berbuka agar ibadah tetap optimal.

​Farhan berharap melalui momentum Safari Ramadan ini, Masjid Agung Bandung tidak hanya mengalami perbaikan secara estetika, tetapi juga menjadi pusat peradaban yang menyebarkan energi positif bagi seluruh warga.

​“Mudah-mudahan Masjid Agung tidak hanya berkilau secara fisik, tapi juga bersinar melalui ilmu dan semangat gotong royong kita semua,” pungkasnya.