Porosmedia.com, Bandung – Penanganan bencana tanah longsor yang menerjang Kampung Cikuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini memasuki fase krusial. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sosial (Dinsos) mulai mengintegrasikan bantuan logistik fisik dengan intervensi psikologis guna mengantisipasi dampak trauma berkepanjangan bagi ratusan warga di pengungsian.
Hingga Minggu (25/1/2026), fokus penanganan tidak hanya tertuju pada pemenuhan kebutuhan perut, namun juga pada stabilitas emosional 394 jiwa yang kini menggantungkan hidup di posko pengungsian Kantor Desa Pasirlangu dan GOR setempat.
Kepala Dinas Sosial Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelontorkan bantuan logistik senilai Rp295.499.850 yang bersumber dari APBN. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan mendasar seperti tenda serbaguna, kasur, selimut, pakaian, hingga makanan siap saji.
Namun, di balik angka tersebut, Dinsos Jabar menyadari bahwa material saja tidak cukup. Anggaran khusus sebesar Rp21.873.550 dialokasikan khusus untuk Layanan Dukungan Psikososial (LDP).
”Pendampingan psikososial dilakukan secara berkelanjutan. Kami menurunkan pekerja sosial dan penyuluh sosial agar penyintas tidak mengalami trauma berlarut. Ini dilakukan sejak hari pertama dan akan terus berlanjut sesuai kebutuhan lapangan,” tegas Noneng dalam keterangan resminya.
Meski bantuan mengalir, kondisi di lapangan masih diselimuti ketegangan. Ketua Tim LDP Dinsos Jabar, Rudy, melaporkan bahwa pada hari kedua pascakejadian, suasana di pengungsian masih tergolong labil. Banyak warga masih mengalami syok dan kecemasan tinggi, terutama bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal atau masih menunggu kabar anggota keluarga yang belum ditemukan.
Berdasarkan hasil asesmen tim di lapangan:
- 394 jiwa telah terjangkau layanan psikososial.
- 9 penyintas teridentifikasi mengalami trauma berat yang memerlukan penanganan lanjutan.
- Tim menerapkan teknik relaksasi dan pendekatan individual berbasis keluarga untuk meredakan ketegangan mental.
Di sisi operasional, dapur umum yang digerakkan oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) KBB telah mendistribusikan sedikitnya 1.500 paket nasi bungkus untuk penyintas. Tak hanya warga, dukungan logistik juga menyasar lebih dari 800 personel gabungan dari TNI, Brimob, Polres, hingga relawan yang masih berjibaku dalam proses evakuasi dan pengamanan lokasi.
Dinsos Jabar berkomitmen untuk terus memantau kondisi lapangan secara berkala. Koordinasi lintas sektoral dengan aparat kewilayahan diperketat untuk memastikan respons cepat jika terjadi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis.
Melalui langkah terpadu ini, pemulihan pascabencana di Cisarua diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah kekurangan pangan dan papan, tetapi juga mampu mengembalikan resiliensi mental masyarakat terdampak untuk kembali bangkit.







