Porosmedia.com, Jakarta – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) menggelar seminar bertajuk “Mahasiswa, Demokrasi, dan Ketimpangan Sosial” di Sekretariat PMKRI, Jakarta Timur, pada 17 Juli 2025. Acara ini menjadi ruang diskusi kritis tentang kondisi demokrasi dan peran pemuda dalam menyuarakan kepentingan rakyat kecil.
Salah satu narasumber, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Josephine Simanjuntak, mengawali paparannya dengan mengingatkan sejarah panjang gerakan pemuda Indonesia.
“Pada tahun 1908 lahirlah pergerakan Budi Oetomo, yang menjadi tonggak awal kesadaran pemuda untuk bergerak, jauh sebelum kemerdekaan diraih,” ujar Josephine di hadapan para peserta.
Josephine menekankan pentingnya peran intelektual dan keberanian pemuda untuk tetap aktif berdiskusi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Jakarta dan Indonesia.
“Kita perlu generasi muda yang cerdas dan tangguh. Karena masa depan Indonesia bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Kita sedang menyongsong era Indonesia Emas,” tegasnya.
Anggota Komisi C DPRD DKI ini juga mendorong mahasiswa agar tidak gagap teknologi dan mampu menjawab tantangan zaman, khususnya dalam menghadapi transformasi Jakarta menuju kota global.
“Apa pun yang kalian pelajari hari ini, jadikan sebagai bekal kreativitas masa depan. Kita tidak bisa pasif terhadap perkembangan zaman. Kalau tidak menguasai teknologi, kita akan tertinggal dan tertindas,” imbuhnya.
Selain Josephine, seminar ini turut menghadirkan narasumber lain seperti Anggota DPRD DKI dari Partai NasDem Raden Gusti Arief, Dosen Hubungan Internasional Universitas Kristen Indonesia (UKI) Laurens Ikinia, serta Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus. Diskusi berlangsung dinamis dan mencerminkan semangat kritis mahasiswa dalam mengawal demokrasi dan keadilan sosial di tengah kompleksitas kota metropolitan. (Nilam)







