31 Januari: Berbagai Peristiwa Penting dan Bersejarah

31 Januari: Berbagai Peristiwa Penting dan Bersejarah
Illustrasi Kalender Januari. /Pixabay/Amber_Avalona

Porosmedia.com – Berbagai peristiwa penting dan bersejarah berlangsung pada 31 Januari. Salah satunya berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia. Peristiwa lainnya yang berlangsung pada 31 Januari yakni berlangsungnya bencana banjir besar yang melanda Belanda. Banjir ini sampai menewaskan lebih dari 1.800 orang. Berikut sejumlah peristiwa penting yang terjadi pada 31 Januari:

 

1961 – Simpanse pertama diluncurkan ke luar angkasa

1926 – Nahdlatul Ulama (NU) Didirikan – Berangkat dari munculnya berbagai komite dan organisasi yang bersifat embrional serta ad hoc, maka setelah itu dirasa perlu membentuk organisasi yang lebih mencakup dan sistematis untuk mengantisipasi perkembangan zaman.

Setelah berkoordinasi dengan sejumlah kiai, karena tidak terakomodasi kiai dari kalangan tradisional untuk mengikuti Konferensi Islam Dunia yang ada di Indonesia dan Timur Tengah, akhirnya muncul kesepakatan dari para ulama pesantren untuk membentuk organisasi bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926) di Kota Surabaya, Jawa Timur. Organisasi ini dipimpin KH Hasjim Asy’ari sebagai Rais Akbar.

Baca Juga: 26 Januari: 5 Catatan Peristiwa Dunia Hari Ini

Di antara faktor itu adalah perkembangan dan pembaruan pemikiran Islam yang menghendaki pelarangan segala bentuk amaliah kaum Sunni. Sebuah pemikiran agar umat Islam kembali pada ajaran Islam “murni” yaitu dengan cara umat Islam melepaskan diri dari system bermadzhab.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem, Pemkot Bandung Pemeliharaan Pohon dan Siap Santuni Korban 
1953 - Banjir di Belanda menyebabkan lebih dari 1.800 orang meninggal
/Chris Gallagher/unsplash.com/@chriswebdog

1953 – Banjir di Belanda menyebabkan lebih dari 1.800 orang meninggal – Pada 31 Januari 1953 banjir besar melanda Belanda. Banjir ini akibat gelombang badai musim semi dan angin Eropa di laut utara yang menyebabkan air laut naik ke permukaan. Gelombang besar dan angin kencang merusak pertahanan laut dan menyebabkan banjir besar di Belanda. Bukan hanya Belanda, Inggris dan Belgia juga merasakan dampak dari gelombang besar tersebut.

Tercatat 1.800 warga Belanda meninggal akibat banjir dahsyat tersebut. Sementara di Inggris 307 orang meninggal, tepatnya di Lincolnshire, Norfolk, Suffolk, dan Essex. Lalu 19 korban jiwa di Skotlandia dan 28 orang meninggal di Flandres Barat, Belgia. Selain menimbulkan korban, gelombang ganas ini juga memorak-porandakan kapal dan bangunan-bangunan yang ada di sepanjang Pantai Eropa Utara. Kerugian materiil akibat banjir besar tersebut ditaksir mencapai ratusan juta Euro.

1958 – James Van Allen menemukan sabuk radiasi Van Allen
wikipedia

1958 – James Van Allen menemukan sabuk radiasi Van Allen – Sabuk radiasi Van Allen merupakan dua sabuk partikel bermuatan di sekitar Planet Bumi yang ditahan di tempatnya oleh medan magnet Bumi. Sabuk Van Allen eksis karena terdapat “blind spot” di medan magnet Bumi yang disebabkan kompresi dan peregangan dari angin matahari. Sabuk radiasi Van Allen berada pada ketinggian 1.000 sampai 60.000 kilometer di atas permukaan Bumi.

Baca juga:  Candi Prambanan Jadi Tempat Ibadah Umat Hindu Dunia

Medan magnet Bumi berfungsi sebagai cermin magnetik yang memantulkan partikel bermuatan bolak-balik sepanjang garis gaya yang merentang antara Kutub Magnetik Utara dan Selatan. Sabuk Van Allen berhubungan dengan Aurora Borealis dan Aurora Australis atau semburat partikel bermuatan yang muncul saat sabuk Van Allen bersinggungan dengan bagian atas atmosfer. Sabuk Van Allen cukup berbahaya bagi satelit dan stasiun ruang angkasa yang mengorbit. Sebisa mungkin mereka harus menghindari kontak dengan sabuk ini karena partikel bermuatan bisa menyebabkan kerusakan pada instrumen yang ada.

Peristiwa 31 Januari: Lahirnya Nahdlatul Ulama
NASA

1958 – Diluncurkannya Explorer 1, satelit pertama milik AS – Explorer 1 (Alpha 1 1958) adalah satelit pertama bumi milik Amerika Serikat. Satelit ini diluncurkan sebagai bagian dari partisipasi dalam Tahun Geofisika Internasional. Misi tersebut diikuti dua satelit pertama Bumi tahun sebelumnya, yakni Sputnik 1 dan 2 milik Uni Soviet, yang menjadi awal Perang Dingin Seri Ruang Angkasa antar-kedua negara.

Explorer 1 diluncurkan pada 31 Januari 1958, pukul 22.48 waktu timur (sama dengan 1 Februari 03.48 UTC karena perubahan berjalannya waktu lewat tengah malam) di atas pendorong Juno pertama dari LC-26 di Cape Canaveral Missile Annex, Florida. Ini adalah pesawat ruang angkasa pertama yang mendeteksi sabuk radiasi Van Allen. Ia tetap di orbit sampai 1970 dan telah diikuti lebih dari 90 pesawat ruang angkasa ilmiah dalam seri Explorer.

Baca juga:  Perjanjian Tordesillas: Latar Belakang, Tujuan, Isi dan Dampaknya

 

1961 – Simpanse pertama diluncurkan ke luar angkasa
NASA

1961 – Simpanse pertama diluncurkan ke luar angkasa- Pada 31 Januari 1961, simpanse bernama Ham diluncurkan ke luar angkasa dari Tanjung Canaveral, Florida, Amerika Serikat, menggunakan Kapsul Project Mercury MR-2. Ham menjadi primata pertama yang diluncurkan ke luar angkasa. Kapsul yang ditumpangi Ham kembali ke Bumi di hari yang sama dan jatuh di Samudera Antlantik.

Setelah mendarat, Ham menderita memar pada hidungnya. Simpanse Ham sendiri diketahui lahir pada Juli 1956. Ia lahir dengan nama “Chang”, namun lebih dikenal Ham si simpanse. Ham adalah singkatan untuk laboratorium yang mempersiapkannya untuk misi bersejarah ini yakni Holloman Aerospace Medical Center dan terletak di New Mexico. Ham diluncurkan dari Bumi pada 31 Januari 1961 menggunakan kapsul Project Mercury MR-2. Ia meninggal pada 19 Januari 1983 dan dimakamkan di New Mexico Museum of Space History, Alamogordo, New Mexico.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *