Porosmedia.com, Bandung – Kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka di Bandung pada Rabu (4/3/2026) memberikan sinyal kuat mengenai arah pendidikan nasional yang berbasis teknologi. Didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wapres meninjau langsung implementasi kurikulum berbasis E-Sport dan Internet of Things (IoT) di SMP Santa Yusuf, Kota Bandung.
Dalam tinjauan tersebut, Wapres menekankan bahwa E-Sport tidak lagi bisa dipandang sebelah mata sebagai aktivitas hiburan semata. Ia mendorong para siswa untuk tidak hanya berhenti di level ekstrakurikuler, tetapi juga berani menguji nyali di kompetisi tingkat nasional.
”Terus kembangkan. Bukan hanya di ekskul, tetapi juga berani ikut lombanya,” tegas Gibran di hadapan para siswa.
Selain menyaksikan antusiasme siswa dalam gim Mobile Legends, perhatian Wapres tersita oleh deretan karya orisinal siswa di bidang IoT dan Artificial Intelligence (AI). Salah satu yang menonjol adalah maket palang pintu kereta api otomatis berbasis sensorik hasil karya Satria, siswa kelas 9.
Inovasi ini lahir dari kegelisahan kritis Satria terhadap tingginya angka kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa penjaga. “Banyak jalur KA di jalan kecil yang tidak dijaga. Semoga ini bisa menginspirasi solusi keamanan di lapangan,” ungkap Satria.
Selain itu, sekolah ini juga memamerkan alat jemuran otomatis berbasis sensor hujan yang sempat viral—sebuah bukti nyata bahwa pembelajaran di sekolah sudah mulai menyentuh penyelesaian masalah sehari-hari (problem-solving).
Kepala Sekolah SMP Santo Yusuf, Markus Edy Sulisman, menjelaskan bahwa sekolahnya telah mewadahi hobi gim siswa sejak dua tahun lalu. Langkah ini diambil untuk mengonversi kegemaran menjadi prestasi yang terukur di tingkat internasional.
Namun, yang lebih krusial adalah kebijakan sekolah yang menjadikan IoT dan teknik informatika sebagai syarat kelulusan. Humas SMP Santo Yusuf, Didit Triono, memaparkan bahwa bimbingan dilakukan secara komprehensif mulai dari pematangan ide hingga purwarupa final.
Catatan Redaksi: Kehadiran pejabat negara di sekolah berbasis teknologi ini mempertegas urgensi sinkronisasi antara kebijakan pemerintah pusat dengan kurikulum sekolah swasta dalam mencetak SDM unggul menghadapi era ekonomi digital 2030.
Setelah dari SMP Santa Yusuf, Wapres dan Wagub Jabar melanjutkan agenda peninjauan ke SMP Plus Muthahari dan Ponpes Baitul Arqom di Kabupaten Bandung untuk memantau pemerataan literasi digital di institusi pendidikan lainnya.







