Porosmedia.com, Bandung – Puluhan siswa Raudhatul Athfal (RA) Al Barokah melakukan kunjungan edukasi (edutour) ke pusat pengolahan sampah organik dan kawasan pertanian terpadu, Jasmine Integrated Farming, di RW 19 Kelurahan Antapani Tengah, Kota Bandung, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan ekosistem lingkungan hidup dan tata kelola sampah rumah tangga kepada anak-anak sejak usia dini. Lokasi yang dirintis oleh Doddi Iryana Memed sejak 2019 ini kini telah menjadi salah satu rujukan nasional dalam inovasi pengelolaan limbah domestik menjadi produk bernilai guna.
Kepala Sekolah RA Al Barokah, Heti Solihat, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum deep learning yang diterapkan di sekolahnya. Ia menilai pengalaman lapangan sangat efektif untuk menumbuhkan kepedulian terhadap alam.
“Kami melihat langsung bagaimana sampah rumah tangga yang dikelola dengan baik mampu mendukung pertumbuhan tanaman yang subur. Hal ini memberikan pelajaran berharga bagi anak-anak dan para guru mengenai pentingnya memilah sampah mulai dari rumah,” ujar Heti di lokasi kegiatan.



Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Jasmine Integrated Farming, Doddi Iryana Memed, menyambut positif antusiasme lembaga pendidikan yang menjadikan kawasan tersebut sebagai laboratorium alam. Menurutnya, edukasi kepada generasi muda adalah investasi jangka panjang bagi kelestarian lingkungan di Kota Bandung.
“Kami bersyukur tempat ini terus dipercaya sebagai pusat pembelajaran. Setelah sebelumnya menerima kunjungan dari berbagai tokoh mulai dari tingkat menteri hingga figur publik, hari ini kami sangat gembira berbagi ilmu dengan anak-anak,” ungkap Doddi.
Selama kunjungan, sebanyak 63 siswa terlihat antusias berinteraksi dengan alam, mulai dari mengamati jenis tanaman sayuran dan buah-buahan hingga memberi makan hewan ternak. Salah satu siswa, Kalevi, mengaku senang bisa belajar di luar kelas dengan suasana taman yang asri.
Selain menjadi sarana edukasi bagi siswa sekolah formal, kegiatan di Jasmine Integrated Farming ini juga menjadi objek observasi bagi mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Polteksos) Bandung yang sedang mendalami pemberdayaan masyarakat.
Melalui sinergi antara pegiat lingkungan dan lembaga pendidikan ini, diharapkan tercipta budaya baru dalam pengelolaan sampah yang dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga dan sekolah, demi mewujudkan Kota Bandung yang lebih bersih dan berkelanjutan.







