Steve Koyle, Ahli Gajah Asal Amerika, Kembali ke Indonesia untuk Misi Kemanusiaan Satwa

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung  – Ahli perawatan gajah asal Amerika Serikat, Steve Koyle, akan kembali berkunjung ke Indonesia pada Selasa, 18 November 2025, tepat satu tahun setelah kunjungan terakhirnya pada 2024 lalu.
Kedatangan Steve kali ini membawa misi yang sama: memperkuat pelatihan dan praktik perawatan gajah yang lebih beretika di berbagai lembaga konservasi satwa di Indonesia.

Usai menyelesaikan kunjungan kerja di Vietnam, Steve akan langsung terbang ke Indonesia untuk memberikan pelatihan gratis bagi para penjaga (mahoed), dokter hewan, dan pengelola kebun binatang. Jika waktu memungkinkan, ia berencana mengunjungi sejumlah lokasi konservasi dan kebun binatang di berbagai daerah, di antaranya Toba Elephant (Sumatera), Ragunan Zoo (Jakarta), Lembang Zoo (Bandung), Bandung Zoo, Semarang Zoo, Seruling Mas Zoo (Banjarnegara), Surabaya Zoo, dan Bali Zoo.

“Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam pelestarian gajah Asia, terutama di Sumatera. Namun, potensi itu harus diimbangi dengan etika, pendidikan, dan empati terhadap satwa,” ujar Steve dalam pesan singkatnya kepada pengurus Apecsi.

Nama lengkapnya Stephen “Steve” Koyle, dan selama lebih dari 30 tahun ia mengabdikan hidupnya untuk dunia satwa, khususnya 24 tahun terakhir sebagai spesialis perawatan gajah.
Lulusan Michigan State University jurusan Zoologi pada Mei 1999 ini memulai kariernya di Wildlife Waystation, Los Angeles, tempat ia merawat berbagai hewan eksotis seperti simpanse, singa, dan harimau.

Baca juga:  Ibu Oetari Soehardjono & Kuda Pacu Indonesia

Pada Maret 2002, Steve bergabung dengan Phoenix Zoo sebagai penjaga gajah (mahoed), dan di sanalah ia menemukan panggilan hidupnya. Pengalamannya mengantarnya menghadiri European Elephant Management School di Hamburg, Jerman (2004), dan AZA Elephant Management Principles pada 2011.

Steve kemudian menjadi instruktur lokakarya internasional di Phoenix Zoo selama bertahun-tahun — dari 2007 hingga 2015 — mengajarkan metode penguatan positif (positive reinforcement) dan teknik perawatan kaki gajah yang kini menjadi standar global kesejahteraan satwa.

Perjalanan spiritual Steve dimulai pada tahun 2013, ketika ia melakukan perjalanan ke India sebagai relawan di organisasi Wildlife SOS, yang dikenal menyelamatkan satwa liar lokal, termasuk gajah.
Pengalaman melihat langsung penderitaan gajah akibat eksploitasi membuatnya mendirikan Elephant Care Unchained, organisasi nirlaba yang berkomitmen menghapus praktik kekejaman terhadap gajah di negara-negara Asia dan Afrika.

“Kekejaman terhadap gajah bukan hanya masalah budaya, tetapi juga masalah kemanusiaan,” tutur Steve.
“Gajah adalah makhluk sosial yang cerdas dan berperasaan. Mereka pantas hidup tanpa rantai.”

Baca juga:  Pangdam III/Slw Terima Kunker Komisi I DPR RI

Steve Koyle kini tercatat sebagai anggota aktif Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (APECSI) dan telah lebih dari lima kali berkunjung ke Indonesia. Ia dikenal dekat dengan komunitas pecinta satwa di berbagai daerah dan kerap membantu memberikan pelatihan teknis tanpa bayaran.

Kunjungan Steve tahun ini juga disambut hangat oleh para aktivis satwa di Indonesia, terutama di Sumatera — rumah bagi Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), subspesies yang kini terancam punah.
Data sejumlah organisasi konservasi menunjukkan bahwa selama lima tahun terakhir, rata-rata dua ekor gajah Sumatera mati setiap dua bulan akibat perburuan dan konflik dengan manusia.

Situasi tersebut membuat Steve semakin berkomitmen untuk melanjutkan misinya. Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan perasaan yang dalam tentang perjuangannya di lapangan:

“It’s emotionally draining to be out here fighting for elephants. To see people beating and neglecting them makes most days very hard. But then I trim an elephant’s feet for the first time in years, or I see a handler finally ‘get it’ and start using positive reinforcement, and I remember why I’m doing this. These elephants deserve better. They deserve to be unchained.”
(Sangat menguras emosi berada di sini berjuang demi gajah. Melihat orang-orang memukuli dan menelantarkan mereka membuat hari-hari terasa berat. Tapi ketika saya memotong kuku gajah untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, atau melihat seorang pawang mulai menggunakan penguatan positif, saya teringat alasan saya melakukan ini. Gajah-gajah ini pantas mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Mereka pantas dilepaskan dari rantainya.)

Baca juga:  Konflik Mencekam di Kebun Binatang Bandung: Satwa Terancam, Bayi Hewan di Ujung Nyawa

Kedatangan Steve Koyle ke Indonesia pada November ini bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan perjalanan nurani.
Baginya, setiap pelatihan, setiap interaksi dengan pawang lokal, adalah bagian dari upaya global untuk memperbaiki hubungan manusia dengan satwa liar.

Dengan pendekatan yang lembut namun tegas, Steve Koyle terus membangun kesadaran bahwa konservasi sejati bukan hanya tentang menjaga spesies, tetapi juga tentang mengubah perilaku manusia terhadap mereka.