Sisi Gelap Gajah Jantan

Avatar photo

Porosmedia.com – Teman – teman yang pernah lihat danperhatikan Gajah secara langsung pasti sempat kepikiran dan bertanya “kok di bagian pelipis Gajah ada lubang kecil ?”

Lubang yang ada pada bagian pelipis Gajah namanya adalah “Temporal Gland”.

Biasanya ketika Gajah (khususnya Gajah Jantan) sedang mengalami birahi atau sedang dalam periode “Musth” akan sedikit membengkak dan mengeluarkan cairan berminyak atau disebut juga “Temporin”.

Cairan berminyak alias Temporin ini umumnya berbau cukup menyengat dan khas.

Ketika Gajah jantan sedang dalam kondisi Musth dengan ditandai pada bagian lubang pelipisnya mengeluarkan cairan berminyak (Temporin), Gajah jantan tersebut akan menjadi sangat agresif dan berbahaya untuk didekati oleh siapapun, bahkan dengan Mahoutnya sekalipun yang sudah bertahun tahun merawat dan menjaganya.

Penyebab utama gajah jantan mengalami Musth dengan mengeluarkan cairan berminyak pada lubang pelipisnya karena faktor hormonal yang dimana Gajah jantan tersebut mengalami lonjakan testoteron yang sangat tinggi.

Kalau Gajah Betina Bagaimana ?

Gajah betina juga bisa mengeluarkan kelenjar berminyak dari lubang pelipisnya, tapi tidak mengalami Musth seperti Gajah jantan, dan biasanya keluar cairan dari lubang pelipisnya ketika saat persalinan, atau saat waktu kondisi tertentu.

Baca juga:  Memahami Perbedaan Fundamental: Menunggangi Kuda vs. Gajah dalam Perspektif Anatomi dan Etika

Biasanya Gajah betina karakternya cenderung lebih stabil dari pada Gajah jantan sehingga masih mudah dihandle.

Seorang Mahout Gajah jantan selain butuh kekuatan fisik dan mental, harus mengenal lebih dalam tentang karakteristik satwa yang akan dihandle, khususnya untuk menjadi Mahout Gajah jantan wajib banget tahu bagaimana perilakunya dan tahu kapan masa birahinya karena demi keselamatan diri juga.

Sayangnya Mahout di Kebun Binatang biasanya belajar secara otodidak dan ambil cara pintas dan gampang, Gajah jantan agresif di rantai kakinya, bahkan sepanjang hari selama seumur hudupnya di kebun binatang.

Banyak kasus Mahout mengalami nasib tragis karena diserang Gajahnya sendiri yang dimana kebanyakan pelakunya adalah Gajah jantan, itu sebab Mahout di kebun binatang tidak mau ambil resiko dan tidak mau repot.

Pada hal sangat keren apa bila handle Gajah jantan, sebab Gajah jantan apa lagi yang jenis Gajah Asia Gadingnya lebih panjang dan besar dari pada Gajah Asia betina, yang biasa di sebut Caling. Tetapi tentu ada resiko besar dibelakangnya yang sewaktu-waktu nyawa jadi taruhan.

Baca juga:  Peacemaker Justice Award 2025, Para Lurah Didorong Perkuat Mediasi Hukum

Semua pekerjaan ada resiko dan Gajah adalah mahluk yang cerdas dan setia, tinggal bagaimana cara kita beri kepercayaan padanya.

Kuncinya Peduli !
Kau Peduli, Aku Lestari, salam Lestari !