Porosmedia.com, Bandung – Universitas Padjadjaran (Unpad) menegaskan komitmennya dalam menyongsong era transformasi digital di dunia pendidikan. Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menekankan bahwa pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) harus dipandang sebagai alat bantu yang kuat (powerful tool) namun tetap wajib berpijak pada koridor integritas akademik yang ketat.
Hal tersebut disampaikan Prof. Arief dalam forum “Rektor Menyapa: Menjaga Integritas Ilmiah di Era AI” yang diselenggarakan dalam rangkaian Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana Gelombang 2 Tahun 2026 di Graha Sanusi Hardjadinata, Bandung, Selasa (10/2/2026).
Sebagai langkah konkret, Unpad telah menetapkan Peraturan Rektor No. 8 Tahun 2025 tentang Penggunaan Kecerdasan Buatan Generatif dalam Kegiatan Pembelajaran. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan etika bagi sivitas akademika dalam berinovasi tanpa melanggar prinsip kejujuran ilmiah.
“Kami ingin Unpad terlibat aktif dalam ekosistem AI. AI bisa menjadi alat bantu yang sangat luar biasa dalam menghasilkan karya ilmiah, namun transparansi dan akuntabilitas adalah harga mati,” tegas Prof. Arief.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran Unpad, Dr. Intan Nurma Yulita, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa Unpad segera meluncurkan pedoman etis khusus. Salah satu poin krusialnya adalah kewajiban bagi mahasiswa dan peneliti untuk melakukan deklarasi mengenai sejauh mana AI digunakan dalam pengerjaan tugas maupun riset mereka.
Dalam upaya mendukung literasi digital, Unpad juga mengumumkan kolaborasi strategis dengan penyedia teknologi global. Beberapa fasilitas premium yang disiapkan untuk dosen dan mahasiswa meliputi:
- Langganan Scopus AI untuk mempermudah pencarian referensi berkualitas.
- Akses Gemini Pro dan NotebookLM melalui akun afiliasi resmi Unpad hasil kerja sama dengan Google.
- Workshop AI dan Sosialisasi Etika secara berkala untuk Tenaga Kependidikan (Tendik) dan Dosen.
Pada gelombang ini, Unpad menyambut 952 mahasiswa baru pascasarjana yang terdiri dari jenjang Doktoral (121 orang), Magister (386 orang), Profesi (166 orang), serta Spesialis dan Sub-spesialis.
Acara ini juga menghadirkan diskusi panel yang menghadirkan narasumber lintas disiplin, di antaranya Guru Besar Fakultas Pertanian Prof. Ir. Tarkus Suganda, Ph.D., serta praktisi komunikasi sekaligus mahasiswa S3 Fikom Unpad, Ronal Surapradja, M.I.Kom.
informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Tautan Resmi Unpad.







