Porosmedi.com, Bandung – Koperasi Konsumen Pasar Rakyat Digital Terpadu (PRADITA) sukses menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana sekaligus ajang silaturahim di kawasan Bandung Trade Mall (BTM), Jalan Ibrahim Adjie No. 47, Cicadas, Senin (30/03/2026).
Acara ini merupakan tindak lanjut dari keputusan rapat pengurus pada 3 Maret 2026 sebagai bentuk pemenuhan kewajiban konstitusi koperasi, transparansi, serta profesionalisme manajemen kepada para anggotanya.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin, SE. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Pemerintah Kota Bandung berkomitmen penuh mendukung penguatan koperasi dan digitalisasi pasar rakyat sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Beliau juga menggarisbawahi pentingnya komunikasi yang terbuka antara para pedagang dan pemerintah untuk menciptakan ekosistem usaha yang kondusif.
Kehadiran unsur pimpinan daerah ini dipandang sebagai suntikan motivasi bagi pengurus dan anggota Koperasi PRADITA dalam kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor industri di Kota Bandung.
Selain unsur pemerintahan, RAT ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis, antara lain: R. Herry Suherlan, SH, selaku pihak pengelola Pasar BTM, Aliansi Taktis Pedagang Bersatu Kota Bandung, yang mewakili pedagang dari Pasar Baru Trade Center, Pasar Anyar, Pasar Cicadas, dan Pasar Ciroyom dan Perwakilan Appsindo dan Pasar Ciroyom Bersatu.
Dalam kesempatan tersebut, R. Herry Suherlan, SH menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan tata kelola pasar agar lebih tertib, nyaman, dan kompetitif bagi para pedagang maupun pengunjung.
Penanggung Jawab Aliansi Taktis Pedagang Bersatu, Haidir A. Ismail, menyatakan dukungan penuh atas eksistensi Koperasi Konsumen PRADITA. Menurutnya, koperasi ini bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan wadah perjuangan kolektif bagi para pedagang kecil untuk memperkuat posisi tawar dan ekonomi mereka.
Acara yang dipimpin oleh Ketua Koperasi Pradita, Atang Rahayu, dan Ketua Pelaksana RAT, Nuryadin, ini ditutup dengan doa bersama sebagai simbol harapan bagi kemajuan pasar rakyat di Kota Bandung.







