“Hidup ini kalau terlalu serius, cepat tua. Tapi kalau bisa menertawakan hidup, kita akan tetap muda—walau rambut sudah memutih.”
— Mang Koko
Porosmedia.com – Ada tawa yang tidak pernah padam. Ada sosok yang terus hadir menyinari panggung dan layar, walau usia menua dan tubuh tak lagi sekuat dulu. Dialah R.E. Subagdja, SE, yang lebih kita kenal dengan nama panggung Mang Koko — seniman lawak dan aktor kawakan asal Kota Bandung -Jawa Barat yang dominan aktifitasnya aktingnya di Ibukota Jakarta. Abah Koko, yang kini berusia 70 tahun, namun semangatnya masih selincah usia 30.
Dari Mejeng ke Layar Lebar
Perjalanan panjang Mang Koko di dunia seni dimulai sejak 1987. Tak banyak yang tahu, sebelum tenar di layar kaca, ia adalah pendiri Grup Lawak “MEJENG”, sebuah kolektif seni yang dibangun dengan cita rasa Sunda, semangat guyub, dan tawa yang mengakar dari rakyat. Bersama para sahabat dan dibimbing tokoh-tokoh teater seperti W.D. Mochtar dan Bintang Adi, panggung demi panggung ia tapaki — dari lomba lawak BKKBN hingga Istana Merdeka, dari pasar rakyat hingga Mabes TNI.
Ia tak hanya dikenal sebagai pelawak, tetapi juga sebagai aktor serba bisa: ‘guru bloon’, hansip, pedagang sekoteng, satpam, Pak RT, bahkan profesor pikun — semuanya ia jalani dengan totalitas. Di balik peran-peran jenaka itu, ada dedikasi, ada jiwa seni, dan ada cinta terhadap panggung kehidupan.
70 Tahun, Tak Pensiun dari Dunia Panggung
Tak semua pelawak mampu bertahan lintas dekade. Namun Mang Koko berbeda. Meski sempat tersungkur karena sakit stroke sepulang syuting, ia tak menyerah. Lima tahun masa pemulihan ia jalani dengan diam dan doa. Dan ketika tubuhnya mulai pulih, semangatnya justru semakin berkobar. Ia kembali hadir membintangi 67 episode sinetron “Amanah Wali 6” di MNC/ RCTI — beradu akting dengan generasi baru, menertawakan peran hidup yang terus berjalan.
“Kalau tawa bisa bikin orang sembuh, kenapa saya harus berhenti?” katanya dengan nada renyah, saat ditemui di sela shooting di Kab. Karawang, bulan Mei 2025.
Bersama yang Muda, Tetap Menginspirasi
Mang Koko tidak sekadar hadir, ia menyatu. Ia menyapa rekan-rekan muda seperti Shanty Rohaetin (Mak Ijah) dan DR (HC) Rd. Sonnia Soema (Ambu Sonnia) dengan keramahan yang tulus dan rendah hati. Di lokasi syuting, ia lebih mirip ‘Abah’ daripada aktor senior. Tidak ada jarak, hanya kebersamaan.
Film-film garapan Ki Raden Akbar — sineas lokal yang getol mengangkat sejarah dan budaya Sunda — menjadi ruang baru bagi Mang Koko untuk tetap mengabdi. Dalam setiap peran, ia menyisipkan nilai: kesederhanaan, kebijaksanaan, dan rasa cinta terhadap tradisi.
Satu Jejak dengan Para Legenda
Nama Mang Koko bukan asing di dunia hiburan Sunda. Dibawah Generasi Kang Ibing, Aom Kusman, H. Jojon, dan pelawak legendaris lainnya. Ia menyaksikan bagaimana tawa di era analog berkembang ke dunia digital. Dan di setiap perubahan itu, ia tak ketinggalan zaman. Justru ia menjadi penghubung lintas generasi.
Lewat tawa, ia menjaga warisan. Lewat lakon, ia merawat budaya. Lewat kehadiran, ia menjadi saksi hidup dari perjalanan panjang seni pertunjukan di Tanah Priangan.
Dihormati Karena Karya, Dicintai Karena Hati
Di balik wajah lucu dan suara yang kerap memancing tawa, Mang Koko adalah pribadi penuh empati. Ia santun dalam bertutur, tulus dalam bersikap, dan tidak pernah merasa “lebih tua” dari siapa pun. Semua dipandang sebagai rekan, semua dianggap keluarga.
Tak jarang, ia menjadi mentor diam-diam bagi banyak aktor muda. Nasihatnya ringan, tapi menempel: “Mainkan peranmu dengan jujur, jangan hanya hafal dialog.”
Kini, meski rambut telah memutih dan langkah tak lagi secepat dulu, semangat Mang Koko justru semakin terang. Ia tak pernah meminta untuk dikenal, tetapi justru dicintai oleh siapa pun yang pernah bersentuhan dengannya — baik di lokasi syuting, di panggung pertunjukan, atau di warung kopi tempat ia sering bercanda dengan warga.
CURRICULUM VITAE
Data Pribadi
Nama Lengkap : R.E. Subagdja, SE
Nama Panggilan : Mang Koko
Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 6 September 1955
Agama : Islam
Tinggi Badan : 160 cm
Berat Badan : 60 kg
Kontak (WA) : 0812-2476-955 / 0856-2256-955
Pengalaman Pentas
1988 : Mendirikan Grup Lawak “MEJENG”
Pimpinan: Bapak R. Mustafa
Pembina: Bapak Bintang Adi
Penasehat: Bapak W.D. Mochtar
1989 : Juara II Lomba Lawak BKKBN se-Wilayah Jakarta Timur
1990 : Juara II Lomba Lawak BKKBN tingkat DKI Jakarta
1991 : Dikontrak oleh Ramayana Group selama 3 bulan untuk pembukaan toserba se-DKI Jakarta
1992 : Dikontrak Komisi IX MPR RI untuk mengisi acara kampanye di Sumatera (Lampung, Palembang, Medan, Bangka, Belitung, dan lainnya)
1988–1992 : Mengisi acara hiburan di berbagai lokasi seperti Ancol, hotel, night club, event keluarga, Istana Merdeka, dan Mabes TNI AD
1992–2000 : Bekerja sebagai konsultan di salah satu bank swasta
2000 : Bank dilikuidasi; Grup Lawak MEJENG bubar
2001–2002 : Mengisi acara lawak bersama Bapak H. Jojon dan Bapak Ali Nurdin di Sumatera.
Film / Sinetron / FTV / Fragmen
(Dirangkum sebagian besar untuk keterbacaan, versi lengkap tersedia dalam bentuk dokumen terpisah jika diperlukan)
TVRI, TPI, Multivision, MD Entertainment, RCTI, SCTV, MNC, dll:
“Makelar Kodok 1 & 2” (Layar Lebar)
“Mentok Sana Mentok Sini” (Bersama H. Jojon) – 9 episode
“Tarzan Betawi” (H. Mandra) – 9 episode
“Biar Miskin Asal Beken” – Pemeran utama (Bos Ojeg)
“DIA” – Bersama Lulu Tobing & Ari Wibowo – 5 episode
“Kabayang” – Bersama Kang Ibing – 2 episode
“Zorro Betawi”, “Oemar Bakrie”, “Kawin Gantung 2”, dll
“Malin Kundang” – Bersama Fachri Albar – 9 episode
“Bawang Merah Bawang Putih” – Bersama Nia Ramadhani
“Cinta Fitri 2”, “Melati Untuk Marvel”, “Bayu Cinta Luna” – Bersama Bunga Citra Lestari
“Amanah Wali 6” – Sebanyak 65 episode sebagai Aki-Aki Preman
“Kabayan Jadi Juragan” – TVRI – 13 episode sebagai Abah (Bapak Si Iteng)
“Cinta Datang di Kota Kembang” – Pemilik restoran
“Nilai Kehidupan” – Peran Bos Kosan / Pemandi Jenazah
“Loves Kitchen” – Peran sebagai Kakek Ganjen.
Iklan Layanan Masyarakat & Komersial
PLN, PEMILU, PERTAMINA, PILPRES, KPUD Jabar
Semua disutradarai oleh Garin Nugroho
Iklan Bank Swasta – Pemeran utama
Iklan Lilin Cap Dua Beruang – Pemeran utama
Iklan Departemen Koperasi & UKM bersama Cici Tegal
Kegiatan Lain
Bintang Tamu di berbagai video klip dan talkshow TV
Aktif dalam komunitas seni, acara budaya, dan sinetron Youtube sejak 2021
Mengisi acara Saung Solusi bersama Bupati Subang
Mengisi Pekan Seni Kabupaten Garut – DISBUPAR
Catatan Redaksi:
Tulisan ini adalah bentuk penghormatan kepada Mang Koko, pelawak sejati, aktor berjiwa rakyat, dan teladan dalam kesetiaan terhadap dunia seni. Semoga kesehatannya selalu terjaga, langkahnya diberkahi, dan tawanya tetap menjadi penghibur yang ikhlas — karena dalam tawa yang tulus, ada doa yang menyentuh.







