Jejak Teduh Sang ‘Jembatan’ Informasi: Mengenang Kombes Pol (Purn) Dade Achmad

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Dunia pers dan Kepolisian Jawa Barat baru saja kehilangan salah satu putra terbaiknya. Senin (27/4/2026), Kombes Pol (Purn) Dade Achmad menghembuskan napas terakhirnya. Namun, bagi mereka yang pernah bersinggungan langsung dengan beliau, Dade Achmad bukan sekadar nama dalam struktur organisasi; ia adalah perwujudan dari komunikasi yang memanusiakan manusia.

​Menjabat sebagai Kabid Humas Polda Jabar pada periode 2006-2010 bukanlah perkara mudah. Di masa transisi teknologi informasi, Humas Polri dituntut untuk bergerak cepat namun tetap akurat. Di sinilah Dade Achmad menunjukkan kelasnya. Bagi para wartawan senior yang kerap “nongkrong” di Mapolda Jabar, sosoknya dikenal sebagai pejabat yang tidak memiliki sekat.

​Ia melepaskan atribut kekakuan birokrasi saat berhadapan dengan kuli tinta. Gaya komunikasinya yang santai dan penuh keramahan sering kali mencairkan ketegangan di tengah isu-isu kriminalitas atau konflik yang sedang panas di Jawa Barat.

​Satu hal yang jarang ditemukan pada pejabat publik, namun melekat kuat pada diri almarhum, adalah sikapnya yang tidak pandang bulu. Di mata Dade Achmad, tidak ada kasta dalam media. Baik jurnalis dari media nasional papan atas maupun kontributor media lokal di daerah, semua diterima dengan penghormatan yang sama.

Baca juga:  Di Hari Sampah, Kodim Maluku Yonarhanud 11/WBY Minta Dukungan Masyarakat

​”Beliau memperlakukan kami seperti rekan kerja, bahkan keluarga. Tidak ada perlakuan istimewa hanya karena nama besar media. Informasinya terbuka dan responsif,” kenang salah seorang jurnalis senior yang pernah bertugas di masa kepemimpinannya.

Prinsip ini bukan sekadar strategi komunikasi, melainkan cerminan nilai kemanusiaan yang ia pegang teguh. Baginya, setiap jurnalis memiliki hak yang sama atas informasi demi kepentingan publik.

​Jiwa kepemimpinan Dade Achmad tidak tumbuh dalam semalam. Selain karier cemerlangnya di Polri, ia adalah sosok yang sangat dihormati di lingkungan Universitas Padjadjaran (UNPAD). Sebagai tokoh senior Resimen Mahasiswa (Menwa) UNPAD, ia menjadi kompas bagi generasi muda dalam hal disiplin dan pengabdian pada tanah air.

​Integritasnya tetap teruji hingga masa purnatugas. Meski dalam tiga tahun terakhir harus berjuang melawan sakit stroke, semangat dan pribadinya yang santun tetap membekas di hati kerabat dan koleganya.

​Kepergian Kombes Pol (Purn) Dade Achmad meninggalkan lubang besar, namun sekaligus memberikan warisan berharga bagi institusi Polri dan insan pers. Ia membuktikan bahwa hubungan antara kepolisian dan media tidak harus selalu bersifat transaksional atau formalistik. Hubungan tersebut bisa dibangun di atas fondasi kepercayaan, keterbukaan, dan rasa hormat yang tulus.

Baca juga:  Kajati Jabar Lakukan Kunjungan Kerja Ke Kejari Kota Bekasi dan Kab. Bekasi 

​Kini, sang jembatan informasi itu telah beristirahat dengan tenang. Dedikasinya akan terus dikenang melalui setiap berita yang lahir dari keterbukaannya, dan setiap kebaikan yang ia tanamkan pada junior-juniornya.

​Selamat jalan, Bapak Kabid Humas Polda Jabar yang rendah hati. Amal baktimu menjadi catatan indah dalam sejarah pers Jawa Barat.