Porosmedia.com, Depok – Sebuah gudang jasa pengiriman barang (J&T) di Jalan Proklamasi, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, ludes dilahap si jago merah pada Minggu (26/4/2026) malam. Meski sempat terdengar suara letupan serupa kembang api, otoritas setempat memastikan lokasi tersebut bukanlah gudang petasan.
Peristiwa kebakaran dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 22.10 WIB. Berdasarkan keterangan warga yang melapor ke Pos Pemadam Kebakaran Merdeka, api pertama kali terlihat muncul dari area luar bangunan utama gudang.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Tessy Haryati, mengonfirmasi bahwa pihaknya fokus pada evakuasi warga saat tiba di lokasi. Sebanyak 10 orang pria yang terjebak di dalam area asal api berhasil diselamatkan tanpa luka serius.
”Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Petugas berhasil mengevakuasi 10 orang laki-laki dari titik awal api di gudang tersebut,” ujar Tessy saat dikonfirmasi media.
Sebanyak 17 personel dan dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 00.15 WIB dini hari tadi.
Terkait spekulasi warga mengenai adanya suara letupan petasan di tengah kobaran api, Tessy memberikan klarifikasi tegas. Ia menampik dugaan bahwa bangunan tersebut berfungsi sebagai gudang kembang api.
”Objek yang terbakar adalah gudang JNT. Terkait adanya letupan petasan saat kejadian, kami tegaskan itu bukan gudang kembang api,” jelasnya. Letupan tersebut diduga berasal dari paket-paket milik pelanggan yang berada di dalam gudang saat kebakaran berlangsung.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dan DPKP masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengetahui penyebab pasti munculnya api. Namun, dampak dari kebakaran ini diperkirakan cukup luas:
Warga Terdampak: Sekitar 50 jiwa di bangunan sekitar lokasi ikut merasakan dampak langsung dari kebakaran tersebut.
Kerugian Materiil: Estimasi kerugian ditaksir mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, mengingat banyaknya paket barang kiriman dan kerusakan bangunan.
Kondisi di lokasi saat ini terpantau sudah kondusif, namun garis polisi telah terpasang untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP/Raizal/PM).







