Porosmedia.com, Bandung – Pembukaan turnamen Forkopimda Cup Kota Bandung Tahun 2026 di SOR Sepak bola Lodaya pada Rabu (19/8/2026) menjadi sorotan publik. Di tengah dinamika tata kelola perkotaan dan isu pelayanan publik, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memilih pendekatan informal lewat jalur olahraga untuk memperkuat koordinasi antarinstansi.
Turnamen yang berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 ini mempertandingkan tiga cabang olahraga: sepak bola, bulu tangkis, dan tenis meja. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Pemerintah Kota Bandung, DPRD, Polrestabes, Kodim 0618/BS, Kejari, PN, PTUN, BNN, BINDA, Denpom, hingga unsur TNI AU dan TNI AL.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam sambutannya menekankan agar ajang ini tidak semata-mata dikejar sebagai perebutan gelar juara, melainkan pembuktian komitmen kebersamaan dan komunikasi antarlembaga.
”Tujuan dari acara kita hari ini, satu memang badan sehat, kedua persaudaraan dan persahabatan. Persahabatan, kekompakan, persaudaraan ditambah dengan makin akrabnya komunikasi di antara kita membuat Forkopimda Kota Bandung akan semakin kompak,” ujar Farhan.
Farhan juga secara terbuka mengingatkan para peserta agar menahan diri dari permainan keras dan mengedepankan sportivitas, sebuah imbauan yang menggarisbawahi bahwa harmoni antarlembaga menjadi prioritas utama di atas rivalitas lapangan.
Uji Konsistensi Regulasi dan Sinergi Lintas Sektor
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Sigit Iskandar, menyatakan bahwa penyelenggaraan ini berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan serta regulasi pendukung terkait pendanaan dan penyelenggaraan kegiatan olahraga.
Meski demikian, keterlibatan belasan instansi vertikal dan penegak hukum dalam ajang ini menuai ekspektasi publik. Sinergitas dan komunikasi akrab yang dibangun di lapangan olahraga senilai ratusan juta anggaran atau koordinasi kelembagaan diharapkan dapat terwujud nyata dalam penyelesaian isu-isu krusial penegakan hukum, keamanan, dan pelayanan publik di Kota Bandung.
Pembukaan turnamen ditandai secara simbolis lewat penyerahan bola kepada wasit dan tendangan pertama oleh Wali Kota. Publik kini menanti, apakah kekompakan yang terjalin selama tiga hari di SOR Lodaya ini berbanding lurus dengan peningkatan kinerja sinergisitas Forkopimda dalam menjaga Bandung tetap aman, terbuka, dan akuntabel. (red)







