Porosmedia.com, Bandung – Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, memberikan kritik sekaligus tantangan terbuka bagi institusi pendidikan tinggi. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memikul tanggung jawab moral untuk menjamin masa depan mahasiswanya, bukan sekadar menjadi “pabrik” ijazah.
Hal tersebut ditegaskan Erwan usai dirinya resmi dikukuhkan sebagai Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) periode 2025-2029 di Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Senin (19/1/2026).
Dalam orasinya, Erwan menyoroti fenomena pengangguran terdidik yang masih menjadi tantangan besar di Jawa Barat. Ia meminta perguruan tinggi melakukan langkah konkret dalam memetakan serapan tenaga kerja bagi mahasiswanya jauh sebelum prosesi wisuda digelar.
“Jangan sampai setelah lulus, alumninya justru menganggur. Harus ada kepastian mereka akan terserap di mana, dan itu wajib disiapkan jauh-jauh hari,” ujar Erwan di hadapan sivitas akademika UMBARA.
Ia menambahkan, perguruan tinggi harus bertransformasi menjadi pusat inkubasi pemimpin masa depan yang memiliki kualifikasi unggul dan relevan dengan kebutuhan industri maupun sektor publik.
Senada dengan Erwan, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Syafiq A. Mughni, menekankan bahwa pendidikan adalah napas utama gerakan Muhammadiyah dalam memajukan bangsa. Meski UMBARA tergolong universitas baru, ia optimis institusi ini mampu bersaing di level nasional.
“UMBARA memang universitas muda, tetapi dinamikanya sangat terasa. Dengan dukungan lintas sektor, kami yakin universitas ini akan menjadi unggul,” kata Syafiq.
Kehadiran tokoh pemerintahan seperti Erwan Setiawan di jajaran BPH diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademis dengan kebijakan pemerintah provinsi, guna menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat.







